Know yourself: Introvert

Sering ngerasa males ketika harus berada di keramaian dalam hingar-bingar?
Ngga jago berbasa-basi sama orang lain?
Lebih seneng jadi pengamat lalu menganalisis sendirian?
Apa yang dipikirin di kepala lebih banyak dibanding yang diomongin?
Ngga sedikit orang yang nyangka kamu pemalu, pendiem, tertutup, atau misterius?
Paling ngga suka nyeritain masalah-masalah kamu sama orang lain, dan lebih memilih menjadi pendengar yang baik?

Kalo kebanyakan jawabannya iya, bisa jadi kamu introvert.

Teori Jung tentang Introvert dan Ekstrovert

Menurut Jung, ada dua sikap saling ekslusif --extraversion dan introversi. Pengklasifikasian ini didasarkan dari cara seseorang mendapatkan sumber "energi"-nya. Ekstrovert dapetin "energi" dari dunia luar, dari orang-orang di sekeliling mereka. Sedangkan introvert dapetin "energi" dari dalam diri mereka sendiri. Kalo diibaratkan baterai handphone, ekstrovert itu re-charge "energi" jadi full di tengah keramaian, beda dengan orang introvert yang malah jadi low-bat saat berinteraksi sama orang banyak. Introvert me-recharge "energi" justru pas lagi sendirian, nah orang ekstrovert malah habis energinya kalo diem sendirian ngga ketemu siapa-siapa.
Tetapi menurut Jung tidak ada satupun dari kita benar-benar ekstrovert atau introvert, tapi kita pasti terhubung ke satu atau sikap lain. Itu sebabnya yang ekstrovert seringkali tetep butuh 'me-time', dan introvert juga butuh bersosialisasi dan berada disekitar orang-orang.

Untuk yang mau test lebih lanjut mengenai ekstrovert-introvert bisa ikutin test dari  Myers-Briggs Type Indicator Test (MBTI) yang memakai Teori Jung sebagai pengetahuan, bisa ikutan test-nya di sini: Jung Typology Test™

Sebelum ikut test, saya udah yakin banget saya itu introvert, dan terbukti ketika udah ikutan testnya.

Menjadi seorang Introvert itu...

Saya pernah ada di titik ngga sepenuhnya paham dengan diri saya waktu masa-masa sekolah. Sering banget dibilang pendiem karena jarang ngomong ketika lagi ada di antara banyak orang. Tapi kalo udah nemu orang yang klik, saya bisa banget ngobrol ngalor ngidul sampai berjam-jam tanpa jeda.
Saya sering banget ngerasa terganggu ketika, saya ada di dalam keramaian, orang-orang sibuk ngomong, saya cuma diem aja.
'Mel kenapa sih? Ngomong dong, diem mulu!'
'Hey, masih idup?'
Saat itu, kepala saya terlalu berisik berpikir sendiri daripada sekedar nanggepin obrolan ringan orang-orang di sekitar, sampe akhirnya lebih memilih diam. Ngga jarang, saya berpikir akan reaksi atau cara pandang lawan bicara saya tentang obrolan yang muncul. Ya, sampai sejauh itu~

Jadi, di buku Type Talk-nya Otto Kroeger & Janet Thuesen, mereka ngejelasin "Kaum introvert kalah jumlah dengan ekstrovert, tiga banding satu. Sebagai hasilnya, mereka harus mengembangkan kemampuan bertahan hidup yang lebih, karena ada tekanan dalam jumlah yang tidak biasa bagi mereka agar mereka bisa bertingkah laku seperti orang kebanyakan pada umumnya. Kaum introvert ditekan setiap harinya, dari saat mereka menjadi seorang introvert, untuk merespon dan menyesuaikan diri dengan dunia luar."

Nah, karena kalah jumlah, maka yang mayoritas biasanya jadi terlihat lebih ideal & lebih 'diterima'. Karena terseret-seret di dunia para ekstrovert, introvert sering kali dapet cap-cap yang cenderung negatif oleh para ekstrovert, ya dibilang pendiem, pemalu, kurang pergaulan, misterius, atau bahkan dibilang anti-sosial. Para introvert juga ngga harus berubah jadi ekstrovert biar 'diterima' sama dunia. Introvert sama sekali bukan penyakit yang harus 'disembuhkan'.

Orang introvert kurang gaul?

Diajakin nonton ke bioskop sering kali nolak? Suka susah diajakin hang-out sama temen-temen? Lebih milih ke taman daripada ke mall? Lebih milih baca buku di kamar daripada karokean ramean? Lebih milih ke tempat-tempat sepi yang jarang orang kunjungi ketimbang ke tempat ramai yang udah banyak orang tau?
Orang introvert bukan berarti kurang gaul, sombong, menutup diri, atau sok anti-mainstream. Tetapi biasanya sih mereka ngerasa lebih nyaman berada di 'lingkaran dalam' atau tempat-tempat yang lebih sepi; lebih memilih sendiri atau bersama keluarga & teman-teman terdekatnya, daripada di tengah keramaian sama orang-orang asing yang ngga bener-bener dikenal. Yes, bagi para introvert solitude is bliss!

Introvert punya dunianya sendiri?

Suka aneh sama dunia-nya para introvert? Dunia tanpa pintu dan jendela yang ngga semua orang ngerti. Dunia di kepalanya sendiri. Mungkin karena kecenderungan sering berpikir dan mempertanyakan apa pun yang berseliweran di kepala --tetapi itu semuanya tetap berada di kepala si introvert saja; sehingga ngga semua orang bisa ngerti dunia-nya introvert, karena jarang yang akhirnya bisa bener-bener keluar dari mulut untuk diceritakan tentang dunianya. Ada yang bilang, kemampuan orang introvert lebih keluar lewat tulisan dibanding dari ucapan langsung. Dan di sini, saya berusaha buat membagi dunia saya :)

Introvert itu orang yang absurd?

Introvert seringkali dibilang absurd, karena emang semua hal dipikirin, dari hal yang sepele sampai yang abstrak. Saya inget pernah diskusi panjang sama temen cuma ngobrolin sebuah tanda seru (!). Imajinasinya cenderung lebih banyak karena sering mikirin hal-hal random yang tiba-tiba melintas di kepalanya.

Orang introvert suka disangkain ngga punya temen karena sering sendirian?

Introvert ngga punya temen itu sih mitos, banyak juga dari mereka yang punya pertemanan yang luas. Hanya saja, ngga selalu berhubungan intens, yang kemana-mana harus sama temennya. Orang introvert pasti ngga akan masalah kalo harus pergi sendirian kemana-mana, belanja sendiri, makan sendiri, nonton film ke bioskop sendirian, atau bahkan travelling sendirian. Bukan masalah sama sekali bagi mereka, karena dengan kesendiriannya itu mereka lebih punya 'energi'. Tapi yang dipersepsiin orang adalah aneh dan anti-sosial. Ya masih mending kan berani kemana-mana sendiri, daripada harus tergantung sama orang dan ngga berani sendirian keluar, itu lebih kasihan sih..

Orang introvert itu pendengar yang baik?

Yaa, mungkin karena akan kalah ngomong sama orang ekstrovert dan ngga begitu jago 'ngobrol', yang menyebabkan orang introvert dicap sebagai pendengar yang baik. Dan introvert ngga suka small-talk atau basa-basi, orang introvert akan lebih semangat kalo ngobrolin topik yang emang dia suka, ide-ide, emosi, dan pengalaman yang dia punya. Kalo obrolannya sama sekali ngga menarik, mereka pasti males nanggepinnya karena bener-bener buang energi! Kadang suka dibilang sok-dalem karena males ngobrolin basa-basi, apalagi gosip, its such a crap! Nahlo, gimana cara bedain introvert bener-bener ngedengerin para ekstrovert ngomong karena beneran care & menyimak atau karena males ngobrol? :))))
Tapi ngga sedikit lho introvert yang bisa jadi temen ngobrol asik, karena cara pandangnya yang berbeda, ngga melulu pakai kaca-mata kuda. Asal bisa bikin mereka nyaman dan ngga nyela ketika mereka ngomong, introvert juga bisa jadi lawan bicara yang enak.
Rumus orang introvert: Think-Think-Think-Talk-Think


Introvert sering membentengi diri?

Seringkali memang terkesan para introvert punya tembok tinggi yang mengurung dunianya, sulit terbuka dengan orang. Orang introvert akan sulit untuk menceritakan masalah-masalahnya dia, kepada siapa pun. Bukan karena agar orang cepat menjauh, tapi justru itu memudahkan para introvert menemukan siapa yang benar-benar 'peduli' yang mau manjatin tembok untuk tahu lebih tentang kita. Dan ketika orang introvert bisa ceritain masalah pribadinya, itu tandanya kamu orang hebat yang bisa dipercaya.

Jadi, adakah di antara kalian yang introvert juga?


NB: Saya lagi baca buku The Introvert Advantage karangan Marti Olsen Laney, Psy.D, tapi belum selesai. Buku ini juga yang menstimulasi saya buat nulis postingan tentang introvert ini berdasarkan pengalaman sendiri, dan kalo udah selesai baca bukunya saya janji akan tulis reviewnya!

Comments

  1. Smentara introvert adalah minoritas dalam masyarakat , kami membentuk mayoritas diantara orang" brbakat

    ReplyDelete
  2. introvert itu hanya soal energi aja.. dia gampang cape kalau bersama banyak orang

    ReplyDelete

Post a Comment

tinggalkan jejak kata anda :)

Popular posts from this blog

Apa yang kamu cari dalam hidup ini?

Curug Sawer, Cililin

biaya ke Ujung Genteng 3 hari 2 malam