10 February 2013

The Perks of Being a Wallflower

Film yang diadaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama karya Stephen Chbosky ini bercerita tentang bagaimana seorang anak dalam menghadapi lingkungan SMA barunya.

Charlie (Logan Lerman) adalah seorang pemalu, tertutup, dan sering merasa canggung. Dia bertemu Partrick (Ezra Miller) dan adiknya, Sam (Emma Watson), senior yang akhirnya menjadi teman barunya. Mereka mengenalkan Charlie merasakan dunia remaja yang menyenangkan namun sedikit liar.


Cerita tentang seorang tak populer kemudian bergaul dengan anak populer dan menjadi liar sudah terdengar biasa, lalu have a crush dengan teman bermainnya, terjadi salah paham kemudian saling menjauh, so Old Story, right? Tetapi ada hal yang berbeda dengan The Perks of Being Wallflower ini. Cerita ini begitu menyentuh dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bagaimana Charlie merasakan romansa cinta pertama, bagaimana Charlie berjuangan untuk menghilangkan bayangan suram dan traumatis di masa kecilnya --mengalami sexual abuse dari Bibinya sendiri, bayangan suram kematian Bibinya, dan pengalaman ditinggalkan temannya karena bunuh diri, bagaimana akhirnya dia memiliki teman yang sangat sayang kepadanya. Semua dikemas dengan apik.


Banyak adegan seru dan awkward moment di film ini, ketika Sam berdiri merentangkan tangannya di luar mobil saat berada di terowongan dengan lagu Heroes yang diputar keras-keras; ketika mereka sedang bermain truth or dare, dan Charlie ditantang untuk mencium gadis paling cantik di ruangan itu, dan dia malah mencium Sam, bukan pacarnya; saat Charlie memergoki Patrick sedang berduaan dengan Brad; Saat Sam memberikan typewriter kepada Charlie, lalu Sam mengetik:
"Write about us sometime."
"I will."

Alur cerita yang seru, pemilihan soundtrack yang asik, para pemain yang bisa dibilang berhasil memerankan tokoh-tokohnya, sesuai lah kalo saya kasih nilai 8/10.

2 comments:

  1. wiiihh,sy juga sdh nonton film ini mbak. baru kali ini nemu film yang lebih bgs ketimbang bukunya. 8.5/10

    ReplyDelete
  2. This is one of my favorite movies! I really love the story and how it tackles child trauma, mental illness, and the trials of being a maverick teen in a monochromatic high school.

    ReplyDelete

tinggalkan jejak kata anda :)