11 February 2013

hari pertama : Bukittinggi

"Mel, ke padang yuk?",
sekitar bulan November tahun lalu tiba-tiba Mariana ngajak saya jalan.
"Kapan?"
"1-3 februari 2013."
Tanpa pikir panjang saya langsung mengiya-kan, yaa bisa atau engganya gimana nanti.

Lalu tiba di tanggal tersebut, tanpa banyak kendala akhirnya perjalanan singkat yang penuh cerita ini terlaksana, 3 hari, 3 perempuan, berjuta cerita.
Personel : saya, Mariana, Rachmi (temen kantor Mariana)

Hari pertama :
Jakarta - Padang - Bukittinggi

Dimulai dengan kebingungan karena dapet penerbangan super pagi, check in jam 03.35, boarding jam 05.05, lalu akhirnya saya dan Mariana memutuskan untuk menginap di bandara. Sekitar pukul 21.00 kami bertemu di bandara, langsung menyerbu Mushalla untuk istirahat dan tidur. Jujur saja, ini pengalaman pertama saya menginap di bandara, agak takut karena pernah denger ada yang bilang ngga boleh nginep dan diusir sama petugas, tetapi ternyata banyak orang melakukan hal yang sama.

Baru mau pergi kami udah nyaris ketinggalan pesawat saking santainya, itu pun terselamatkan oleh keluarga rempong. Haha, ngga lucu aja udah tidur di bandara malah ketinggalan pesawat. Pelajaran pertama: liatlah dengan teliti detail boarding pass anda, terlebih mengenai waktu!

Tiba di Padang, kami memutuskan untuk menggunakan Tranex (Transport Express) semacam ELF / L300 ke Bukittinggi. Awalnya kami pikir rutenya langsung ke Bukittinggi, tetapi ternyata kami di bawa dulu ke Padang kota (biayanya Rp 18.000) dan harus lanjut lagi menggunakan Tranex ke Bukittinggi (Rp 16.000), jadi kalau ada Travel yang nawarin harga Rp 40.000 mending naik travel aja, mereka nganterin sampai tempat tujuan. Sebenernya ada cerita seru gara-gara naik mobil ini, tapi skip aja, terlalu konyol :)

Sempet nyasar ketika nyari penginapan Hello Guesthouse, di sana kami menanyakan nama jalan dan ngga ada yang tahu. Pelajaran kesekian: di Padang jangan sesekali nanyain tempat dengan nama jalannya, tapi kasih tau patokannya apa. Setelah bertanya ke lebih dari lima orang penduduk lokal, akhirnya kami mendapat pencerahan dari Bapak Polisi.

Buat penginapan, Hello Guesthouse ini ada di deket masjid kampung Cina, deket jembatan fort de kock, lumayan deket juga ke Jam Gadang. Recommended buat yang cari penginapan bersih, nyaman dengan budget sekitar Rp 150.000.

Tujuan pertama kami adalah Ngarai Sianok dan the Great Wall Koto Gadang (Janjang 1000) :
Ngarai Sianok
The Great Wall Koto Gadang (Janjang 1000)
Setalah naik ke puncak Janjang 1000 itu, kami tiba-tiba berada di Koto Gadang. Berdasarkan referensi dari penduduk setempat, kami bisa jalan lagi memasuki perkampungan warga, ke arah masjid, jalan-jalan menyusuri jalan sambil menikmati keindahan alam di sana. Lalu kami tergoda makan sate padang, nontonin ABG yang lagi asik foto-foto, dan nontonin anak-anak TPA yang lagi asik main karet, berlarian dengan bebas, ada yang gotong royong gulungin karpet masjid, dan berbagai aktifitas lain yang sungguh menyenangkan --dan Alhamdulillah pernah saya alami juga waktu kecil dulu, mungkin kalo anak seumuran mereka di kota-kota besar maenannya sama Gadget doang, sama layar kotak yang menghubungakan dia dengan duni-dunia maya.

Sore menjelang malamnya ketemu duo backpacker Malaysia (Sharizan dan adiknya, Ihsan) di penginapan dan memutuskan untuk jalan bareng ke Jam Gadang, mencari toko buku, cari makan, lalu ketemu Uda Ainur (Backpacker Padang Community). Hari pertama sudah puas, hari-hari berikutnya dilanjut dipost lain yaa!
Jam Gadang

07 February 2013

( d i ) b a c a

Berawal dari pertemuan di Lembah Harau, Sumatera Barat.
Seorang lelaki yang ternyata adalah guide lokal setempat tak lepas memandang mata saya dengan tajam.
Saat itu ternyata saya sedang 'dibaca', hanya butuh memandangi saya lekat-lekat, lalu TARAAA!!! Saya dan dua teman saya dieja satu per satu dengan mudahnya oleh orang yang baru ditemui kurang dari setengah jam.

"Mel ini orangnya simple, kalo ada masalah juga, ya udah.."
"Dia ini orangnya ngalahan, terlalu banyak ngalah."
"Trus dia kalo ada apa-apa pasti dipendem sendiri."
"Hatinya ini halus banget!"

Lalala~ Sudahlah Uda, jangan terlalu banyak membaca saya, nanti jadi tak seru lagi :)