31 May 2012

Ritual Pagi


Satu kebiasaan baru yang sedang dan akan terus saya lanjutkan,
sebuah ritual pagi pengawal hari
: tersenyum.

Setelah bangun tidur saya coba paksa agar bibir ini terus membuat garis melengkung selama beberapa saat--minimal lima menit.
Tanpa perlu alasan. Hanya menjaga bibir ini terus melengkung.
Tidak lupa, hati pun harus ikut terlibat dalam ritual pagi ini :)

dan hasilnya? Sepanjang hari saya bisa merasakan kekuatan baru, sebuah pemusnah mood buruk. Mau coba?

delusi (de.lu.si) /délusi/
1. pikiran atau pandangan yang tidak berdasar (tidak rasional), biasanya berwujud sifat kemegahan diri atau perasaan dikejar-kejar; pendapat yang tidak berdasarkan kenyataan; khayal



ilusi (ilu.si)
1. sesuatu yang hanya dalam angan-angan; khayalan; 2 (n) pengamatan yang tidak sesuai dengan pengindraan; 3 (a) tidak dapat dipercaya; palsu

Pantai Lamona, Ai Loang, Sumbawa Besar








28 May 2012

Pernahkan kamu merasa tidak pernah merasa lelah?

Pernah ngga ngerasa capek sama hidup kamu?
Ngerasa lelah sama peran yang kamu mainkan selama ini?
Merasa benar-benar ingin berhenti dan berganti menjelma menjadi seseorang yang lain, atau yang masih kamu tapi dalam situasi yang berbeda?

Pernah. Sering.

Entah karena manusia di dalam diri saya yang terlalu perasa dan membawa semua kejenuhan ini terlalu dalam, atau semua orang pun merasakannya tapi tak pernah terang-terangan mengakuinya?

Saya hanya manusia yang diberikan rasa lelah dan jenuh. Saya bukan robot yang tak bisa mengeluh ketika harus mengulang ribuan kali pekerjaan yang sama. Saya jadi bertanya, apakah robot sadar bahwa dirinya adalah robot?

Pertanyaan bodoh.

Saya lelah. Saya jenuh. Saya capek. Yang saya tahu hanya itu, tanpa tahu apa yang benar-benar saya inginkan. Saya hanya tahu saat ini saya lelah.

Oke, sudah dua kali saya mengulang kata capek. Tiga kali mengulang kata jenuh. Empat kali mengulang kata lelah.

Maafkan saya, Tuhan. Maafkan karena tak pandai bersyukur. Hanya bisa berkeluh kesah.

Tapi sekali ini, ijinkan saya lagi untuk menumpahkannya. Saya lelah. Saya jenuh. Saya capek. Rasanya sudah mati rasa. Bahkan tak tahu lagi apa yang harus dicari dan dirasa. Benar-benar mati rasa.



Ah ya, saya lupa, sepertinya saya sedang memasuki masa PMS.

15 May 2012

Membaca Pertanda

"Kamu tahu mengapa tak seorang pun sanggup mengikutimu?"

Tidak.

"Kau terlalu cepat berlari, sementara orang baru mulai mengambil ancang-ancang."

Salah siapa tak ikut berlari?

"Ketika orang itu mengikutimu berlari, sudah pasti kamu bersembunyi membangun benteng."

Jika aku bersembunyi, mengapa tak mencoba menemukannya?

"Bagaimana bisa ketemu, kamu sendiri bersembunyi di sebuah benteng yang sangat kokoh dan sulit dicari, hingga kamu sendiri pun sulit menemukan jalan keluar dari benteng itu."

Lantas apa?

"Kamu hanya takut. Itu saja!"

Aku bukan takut. Aku hanya tak ingin semuanya menjadi salah. Aku hanya..

"Takut untuk menjadi salah? Iya kan?"

Entahlah. Aku takut. Aku tak mau salah membaca pertanda.

"Jika kau tak bisa membaca, tanyakan langsung kepada sang Penulis pertanda. Suruh dia mengejanya pelan-pelan."

Aku bukan tidak pandai membaca pertanda. Aku hanya tak bisa membahasakan pertanda itu menjadi sebuah arti yang sebenarnya.

"Kalau begitu kamu butuh menyewa penerjemah-bahasa-pertanda."

Mengapa?

"Agar semua tanda yang aku buat bisa kamu pahami dengan jelas."

Ha! Sejak kapan kamu membuat tanda untukku?

"Bodoh. Berhentilah berlari, aku hampir lelah mengikutimu."

Jika lelah, beristirahatlah. Aku tak memaksamu ikut berlari.

"Kamu tak lelah terus berlari?"

Aku tidak tahu harus berhenti dimana, jadi aku terus berlari.

"Beristirahatlah di sini sejenak, bersamaku."

Eh, untuk apa?

"Bodoh, aku ingin bersamamu!"

07 May 2012

Pantai Goa, Sumbawa Besar

Dalam seminggu, sudah empat kali saya ke Pantai Goa. Berburu kuliner ikan :)
Beraneka ragam jenis ikan ada di sini, dari mulai kakap merah, baronang, dan lain-lain, juga tak lupa ada cumi-cumi. Harganya pun tergolong murah, cumi besar dihargai dua puluh sampai dua puluh lima ribu rupiah. Ikan dihargai mulai dari dua puluh lima ribu rupiah, tergantung jenis dan ukurannya. Serta jangan lupa untuk mencoba 'sepat', makanan khas Sumbawa. Rasanya asam-asam segar dan agak 'sepet' sedikit. Tapi sepat ini cocok banget buat dimakan bareng ikan, bau amis dari ikannya jadi ngga berasa dan menambah nafsu makan :D

Ini penampakan pantainya di siang hari, saat itu air pantainya sedang surut, dan banyak kapal nelayan di pantai ini. Yay, selamat makan siang dan menikmati hari :)

Pantai Batu Gong, Sumbawa Besar

Baru seminggu di Sumbawa, sudah dua kali saya mendatangi Pantai Batu Gong. Pantai ini terletak di Desa Labuhan Sumbawa, sekitar setengah jam dari pusat kota Sumbawa Besar. Pantainya cukup indah, banyak anak penduduk lokal yang berenang dan juga wisatawan lokal yang berkunjung ke pantai ini saat weekend. Saat menjelang sore hari, banyak penduduk lokal yang memancing di pantai ini.
Pantai Batu Gong ini terbilang bersih, tapi sayang kurang dikelola dengan baik, di sekitaran pasir juga banyak sampah-sampah kecil yang berserakan sehingga mengurangi keindahan pantai Batu Gong ini. Jangan lupa makan es kelapa muda di sini, segaaaaar :)
Beberapa penampakan pantai Batu Gong :



Team Sumbawa & Kepala Bengkel



Selamat menjalani senin yang ceriaa :)