15 November 2012

Apa yang kamu cari dalam hidup ini?


Masih, pertanyaan-pertanyaan semacam ini selalu saja berdentang di kepala saya:
"Sebenarnya apa sih yang dicari dalam hidup?"
Malam kemarin saya mengobrol banyak dengan seorang sahabat lama, membicarakan hidup, membicarakan waktu, membicarakan kehidupan. Bermula dari pertanyaan, "Kamu gimana sekarang sama kerjaannya?", lalu mengalir deras berbagai cerita dan pertanyaan-pertanyaan absurd yang memang sebenernya tak harus dipertanyakan. Hingga akhirnya, pertanyaan itu mencuat lagi.

Dari dulu saya selalu merenungkannya dengan berbagai pikiran di kepala saya, mencari jawabannya, tapi tak pernah merasa puas. Banyak orang akan menjawab, yang mereka cari adalah kebahagiaan, ketenangan hidup, serta Ridha Allah SWT.

Lalu apa definisi dari kebahagiaan?
Punya harta yang melimpah, punya mobil dan rumah mewah, menikah segera dan dianugerahi keturunan, punya pekerjaan hebat di perusahaan besar dengan gaji dua digit? Apa kah semua itu yang banyak orang cari ketika usianya masih produktif?
Pernah suatu saat, ketika saya pulang dari kantor di pagi buta, mendapati diri melamun sendirian di kost, lalu bertanya: "Ngapain saya di sini? Harus ya mencari penghidupan sampai pindah ke kota orang, sendirian jauh dari orang tua? Pulang di pagi buta?"
Hmm, rasanya ada yang salah. Rasanya ngga perlu sampai begini.

Kedua orang tua saya masing-masing bekerja sudah hampir tiga puluh tahunan, lalu pernah saya tanya kepada mereka, "Mah, Pah, ngga bosen apa jadi pegawai sampai selama itu?"
Lalu mereka hanya tersenyum dan menjawab dengan enteng,
"Ya dinikmatin aja, kerja itu harus ikhlas biar ngga berat. Lagian ini demi teteh juga, kalo ngga gitu, mana bisa nyekolahin kalian jadi sarjana kayak sekarang, kalo bisa malah lebih." DEG!

Kebahagiaan itu relatif, tiap orang punya standar kebahagiaannya sendiri. Untuk mereka mungkin definisi kebahagiaan adalah, punya anak yang bisa membanggakan dan bikin tenang mereka. "Punya anak-anak kayak kalian aja udah kebahagiaan terbesar buat mama.", "Tau teteh sehat di sana aja, mamah udah tenang dan bersyukur."
Betapa bahagia itu sederhana.
Kuncinya cuma mensyukuri yang dimiliki, mensyukuri kehidupan yang diberikan saat ini. Kalo ngga kayak gitu ya ngga akan pernah puas, pasti terus mencari-cari sesuatu yang ngga ada, sesuatu yang belum dimiliki.

Kadang saya ingin menjadi layang-layang, terbang bebas dan tenang di udara.

Hal yang banyak dicari kedua adalah ketenangan hidup. Ketenangan macam apa?
Akhir-akhir ini banyak banget orang mengumbar kegalauannya, kegamangannya akan hidupnya. Yang belum selesai kuliah, galau gara-gara TA-nya; yang baru lulus kuliah, galau takut ngga dapetin kerjaan yang bagus; orang yang udah kerja, galau pengen nyari perusahaan lain yang menjanjikan gaji yang lebih besar; yang masih single, galau pengen buru-buru nikah; yang udah nikah, galau takut ngga bisa punya anak; yang udah punya anak, galau gimana ngebesarin dan nyekolahin anak di tengah kondisi biaya hidup yang semakin tinggi; yang punya banyak harta, takut hartanya tiba-tiba hilang atau dirampok orang jahat; yang ngga punya uang, takut ngga bisa makan dan ngga bisa beli apa-apa.

Terus aja galau, terus aja takut, terus aja cemas. Selalu dihantui oleh rasa ketakutan, terus kapan bisa tenangnya? Kapan bisa bahagia dan menikmati hidupnya?
Tiba-tiba sakit jantung, lalu mati gimana?
“Ingatlah, hanya dengan dzikir mengingat Allah lah hati akan tenteram.” (QS Ar Ra’d: 28).

Ketenangan itu memang hanya datang dari Allah. Mau nyari pelarian kemana pun kamu ngga akan pernah ngerasa benar-benar tenang. Dulu, saya sering banget lari dari masalah dengan kabur ke tempat-tempat sepi, mengasingkan diri, tapi yang didapat cuma ketenangan sesaat, setelah itu kecemasan-demi-kecemasan muncul lagi. Mengumbar kegamangan dan kegundahan sama orang lain juga ngga akan membuahkan apa-apa, seringnya malah jadi tambah galau. Jadi mending cerita sama Tuhan aja, minta ketenangan, minta dicariin jalan yang terbaik :)


Hal yang dicari ketiga adalah Ridha Allah SWT. Pasti.
Ridha itu artinya senang. Segala hal yang kita lakuin selama ini apakah disenangi sama Allah atau engga? Nah, kalo udah gini ujung-ujungnya harus kembali ke syariat agama. Segala yang diperintahkan-Nya, silakan dijalankan dengan sebaik-baiknya, tetapi hal-hal yang salah dan dilarang-Nya, sudah pasti harus dijauhi.

.. ah, daripada tulisan ini semakin panjang dan saya semakin sotoy, mari berusaha menjadi orang baik dulu biar Allah seneng, lalu akhirnya dikasih kebahagiaan dan ketenangan hidup.
Selamat tahun baru! Semoga selalu dalam keadaan baik dan terus menjadi pribadi yang semakin baik :)

11 comments:

  1. suka. <3
    inti dr hidup ya, mempersiapkan diri buat kematian.
    dengan membahagiakan org2 disekitar dan bahagia.
    dengan meraih ridha-Nya.


    ReplyDelete
  2. aisshh ngena banget kata2nya..makasii mel uda diingetin untuk bersyukur dgn apa yg kita punya :)
    selamat tahun baru mel..

    ReplyDelete
  3. aku nyari puisiku yang hilang, hehehe...

    postingannya cukup inspiring, thx...

    ReplyDelete
  4. sebenarnya kehidupan itu simple, hanya manusianya aja yang suka bikin ribet hidupnya. kebanyakan tengok kanan kiri, pengen lebih dari yang lain, dan kurang bersyukur.

    inti dari kehidupan kan sebenernya cuma "IKHLAS DAN SYUKUR" kan??

    ReplyDelete
  5. terimakasih mba, menginspirasi

    ReplyDelete
  6. untuk mencari jalan pulang..

    ReplyDelete
  7. bagus banget mbak makasih soalnya gw lagi galau berat. hahaha

    ReplyDelete
  8. kalau blogspot ada tombol Like, sudah saya like postingan ini

    ReplyDelete
  9. ^^ Jazakillah khair, MUMTAZ alias keren

    ReplyDelete
  10. terima kasih ilmu pengetahuannya tentang kehidupan,,, ini bermanfaat bagi saya

    ReplyDelete

tinggalkan jejak kata anda :)