10 September 2012

[100 kata] : Sekerat Roti dan Kopi Panas

Sehebat-hebatnya kamu menipu diri, hati tetap tak bisa dibohongi.


Jam sembilan pagi. Jadwalmu datang ke cafe sekaligus taman baca ini. Memilah-milah buku yang ingin kamu cicipi. Lalu kamu duduk di bangku dekat jendela kaca, membuka laptop lalu memasang headset di kedua telingamu yang terkadang tertutup rambut ikalmu yang mulai berantakan.

Aku mengamatimu dari seberang bangku yang langsung menghadapmu, dengan beberapa buku. Seperti biasa. Beberapa lama setelah itu, seorang wanita datang memasuki cafe dan langsung duduk di sebelahmu. Mengelayut manja di lengan tanganmu.

Sekerat roti dan kopi panas yang kupesan –dan juga selalu kamu pesan kini dingin dihadapanku. Menyaksikan kemesraan kalian.

2 comments:

tinggalkan jejak kata anda :)