06 September 2012

#FF2in1 : Mantan Kekasih

"Resha, maafin aku. Aku adalah lelaki paling bodoh saat itu. Udah ngecewain kamu, udah menyia-nyiakan kamu. Maaf. Boleh aku memperbaikinya?"

Aku hanya diam mematung dihadapannya. Rasanya lebih menarik menatap lantai merah yang sedang kita pijaki dibanding melihat wajahmu lagi. Sungguh. Kamu, dengan begitu mudahnya kembali ke hadapanku setelah beberapa purnama tak menampakkan hadirmu.

Lima tahun yang lalu kita bertemu. Aku merasa menemukan sebuah tujuan. Sebuah rumah. Dan itu kamu. Tapi apa yang aku dapati? Pengkhianatan dan rasa sakit.

"Resha, please jangan diemin aku kayak gini!"

"Dira, semua udah selesai. Ngga ada lagi yang harus diperbaiki. Ibarat gelas yang udah pecah, kita adalah pecahan-pecahan kacanya. Ngga mungkin lagi bisa disatuin dengan sempurna. Aku ngga mau pecahan itu saling melukai kita berdua, terutama aku. Aku ngga mau sakit lagi Dir!"

"Aku janji pecahan itu tak akan menyakiti kamu, kita mulai lagi dari awal. Please Res, kasih aku kesempatan lagi!" dia memohon-mohon mengharap iba. Tangannya menggenggam tanganku, tetapi segera kutepis.

"Dira, aku udah ngasih kamu kesempatan waktu itu. Tapi kamu ngga mempergunakannya dengan baik. Maaf! Bukannya kamu udah punya wanita yang lebih baik dari aku? Kenapa kembali lagi datengin aku. Hidup aku udah tenang sekarang, jangan kamu ganggu lagi."

Cairan dingin tiba-tiba menetes membasahi pipiku. Aku membalikkan badan darimu secepat kilat. Lalu aku melangkah pergi meninggalkanmu, sendirian. Meninggalkan sebuah rumah yang sempat aku tempati. Dulu.

2 comments:

  1. mantan, kau boleh mengetuk pintu tapi jangan mengharap untuk masuk :D

    ReplyDelete

tinggalkan jejak kata anda :)