27 September 2012

M vs. Z : Kembali

[Z]
Rumah ini rasanya sepi, sudah berbulan-bulan kamu tak datang. Rindu terkadang, tapi cukup senang jua. Kudengar kabar dari kerabat, kamu baru saja pulang dari tamasya. Tak anyal, tamasya mu sudah berbeda, bukan lagi ke kota tua atau Yogyakarta, melainkan sudah beda Negara. Luar biasa dirimu sekarang. Cukup senang bukan aku mendengarnya? Semenjak kamu menikah rasanya hidupmu begitu mudah, ah iri rasa hati ini. Begitu tenang kamu jalani kehidupanmu. Sayang tak ada aku disitu.
“Assalamulaikum”, aku hapal betul suara itu, pasti kamu.
“Aku kehilangan semuanya, aku begitu bodoh…” terisak suaramu bercerita.
Aku terdiam mendengarkan. Tawa membawamu pergi, dan tangis mengembalikanmu padaku.

#

[M]
Kamu mematung saat aku datang kembali ke rumah ini. Tak tahu diri rasanya jika aku kembali saat diri ini kesusahan, sementara ketika bahagia aku berkelana sesukaku. Meninggalkan kamu.
“Sudahlah, aku masih tetap menjadi rumahmu!” kamu berkata, dengan air muka pilu dan kaget setengah mati.
Namun tetap, semua yang kamu ucapkan rasanya selalu tulus dari hatimu.
“Aku rindu dahulu! Saat kita bertamasya ke kota tua, mengelilingi Yogyakarta dengan motor bebek tua yang senang sekali mogok!” aku bersuara pelan.
Lalu kamu terdiam. Beberapa detik seperti kehilangan pijakan. Matamu seolah menerawang entah kemana.
Kamu memang selama ini yang kusebut rumah. Kemana pun aku pergi, akhirnya aku akan selalu kembali ke rumah. Kamu.

2 comments:

tinggalkan jejak kata anda :)