17 July 2012

Sebuah Pelarian : Caringin Tilu dan beberapa tempat lain

"Mau kemana nih jadinya? Cartil?"

"Ayo, terserah!"

Saya dan teman sejak SMA saya, Dinar, akhirnya memutuskan untuk pergi ke Caringin Tilu --yang lebih dikenal dengan Cartil, di daerah padasuka atas. Tak ada yang pernah ke sana. Tak tahu di mana letak persisnya. Tak tahu bagaimana medan untuk menuju kesana. Yang saya tahu hanya: dari Saung Angklung Mang Udjo terus ke atas lagi, sudah. Setelah beberapa lama perjalanan, kami menemukan sebuah pencerahan: plang tanda panah bertuliskan "Caringin Tilu" di jalan Padasuka. Oke, itu artinya kami berada di jalan yang benar.

Lalu saya dengan pedenya terus memacu gas motor kesayangan ke arah atas padasuka. Beberapa menit setelah Saung Mang Udjo, jalanan semakin menanjak, terus naik dan mulai menyempit, hanya cukup untuk satu mobil. Belasan menit setelah itu, kami sudah memasuki Desa Cimenyan. Dan ya, seperti yang saya duga, Cartil ini memang masih sedaerah sama Moko, warung Daweung. Medannya hampir sama, yang berbeda adalah jalan menuju cartil ini adalah jalan aspal yang cukup bagus, jadi saya tak khawatir dengan medan yang ada, sedangkan jalan menuju Moko jeleknya luar biasa, banyak lubang dimana-mana, dan sebagiannya lagi adalah jalan tanpa aspal, hanya batu-batu dan kerikil. Lalu di tengah perjalanan, kami menemukan sebuah tanjakan curam, si motor tak sanggup untuk mendaki walaupun sudah saya gas sampai maksimal. Dengan terpaksa teman saya pun harus mau berjalan kaki beberapa meter. Namun, tak lama kemudian, kami menemukan deretan saung-saung sederhana di sepanjang jalan, dengan view menghadap dataran kota Bandung. Ya, kami akhirnya tiba di Cartil. Yay! Saungnya hampir sama seperti saung-saung Jagung Bakar di daerah Cikole Lembang atau di daerah Punclut, namun jenis makanan yang dijual lebih sedikit. Namun, lupakanlah tentang saung, lihat semua pemandangan ini:

view Bandung dari Caringin Tilu
perjalanan dari dan menuju Cartil dari arah dago Resort
'p e l a r i a n'

Sebagaimana sebuah reuni, saya dan Dinar bercerita panjang lebar, tentang pekerjaan, tentang kehidupan kami, tentang ini, tentang itu, tentang rencana setelah ini, dan tentang betapa baiknya Tuhan.
Kegilaan saya dan Dinar x)
Bagi saya, semua ini adalah sebuah pelarian, sebuah spasi, sebuah jeda. Tadinya pelarian semacam ini saya jadikan sebagai kegiatan 'hunting foto', 'hunting tempat baru', atau sekedar refreshing; tapi setelahnya saya baru menyadari bahwa semuanya lebih daripada sekedar itu semua. Semua ini merupakan sebuah pelarian, sebuah perhentian sejenak, sebuah ruang tunggu, sebuah kebebasan, sebuah pencarian, sebuah penemuan, apa pun lah. Hmm, seolah-olah saya bisa menikmati waktu tanpa batas, tanpa beban, dan tak perlu lagi memikirkan apa yang telah atau akan terjadi pada saya setelah ini. Tak memikirkan apa-apa, hanya menikmati dan mensyukuri apa yang ada sekarang dan apa yang ada di depan mata. Abstrak, tapi seperti itulah yang saya sebut jeda. Saya bisa menjadi dan merasakan diri saya sepenuhnya, benar-benar tak mau ambil peduli akan pikiran-pikiran orang lain.

Dari Caringin tilu, lalu kami makan ke Pizza Hut, lalu ke Masjid Istiqomah, mampir ke Toko Buku, dan lalu berakhir dengan hunting foto di jembatan Jl. Merdeka (BIP); mengabadikan Bandung di waktu malam.
Bandung di waktu malam.
Ya begitulah, semuanya tanpa perencanaan, itulah saya. Memang cocok jika akhirnya teman saya, Dinar, berkata hari minggu kemarin adalah 'jalan-jalan setelan random' ala saya. Sampai saat ini saya selalu berpedoman, "Jika ingin pergi, pergilah! Ikuti saja kemana kaki melangkah" :D

3 comments:

  1. ke caringin tilu harus make kendaraan pribadi?
    disana ada penginapan murah gak ya?
    thnks

    ReplyDelete
  2. @hlga : iya, harus bawa kendaraan pribadi, angkutan paling adanya ojek. kalo mau nginep kayaknya di daerah padasuka.

    ReplyDelete
  3. blog walking, sekalian cari info ttg cartil.. pengen kesana juga soalnya..

    tanjakannya terjal banget berarti yak,?? kirain ada jalur angkot kesana, kalo pake motor ane kayaknya ga kuat deh..

    kalo miko pemandangannya bagus juga kah?

    ReplyDelete

tinggalkan jejak kata anda :)