17 June 2012

tentang perjalanan..

Menurut saya, kita belum bisa menilai dan mengenal sebuah kota, ketika kita belum mencoba merasakan naik transportasi umumnya.
Jakarta utara - BSD. Jarak sekitar 54 km.
Saya mencoba empat transportasi umum, dari mulai busway, angkutan kota, commuter line, sampai ojeg.

Angkutan pertama: Busway
di sini semua orang terlihat sama, tak peduli si kaya atau si miskin, berbadan wangi ataupun bau, pegawai swasta atau pengangguran, koruptor atau pencopet, semua tercampur jadi satu, diperlakukan sama.
Saat mengantri menunggu bus ada yang tak sabar hingga terus mendesak orang di depannya, ada yang terlihat gelisah, terburu-buru dikejar waktu, ada yang hanya diam mengantri dengan tenang, ada yang asik dengan handphonenya, ada yang terus bergandengan tangan, tak mau kehilangan pasangannya, dan selalu ada yang terus mengamati atau sekedar melamun entah memikirkan apa.
Saya begitu menikmati perjalanan ini, menikmati bagaimana mengantri dan berebut tempat duduk, atau hanya bedesakan berebut ruang untuk berdiri. Saya begitu menikmati aroma kota Jakarta, dimana keringat, peluh, dan harapan ada di dalam tiap-tiap orang di sana. Saya begitu menikmati semuanya, bulatan penuh matahari yang siap-siap tenggelam dimakan gelap, langit senja yang berwarna seperti es krim, serta malam pekat yang diterangi gemerlap lampu kota yang membahana. Semuanya terekam dalam perjalanan saya kali ini.

Angkutan kedua : Angkutan Kota
Saya hanya mengingat beberapa kejadian. Seorang ayah yang menggendong anaknya dengan penuh kasih sayang; dan senyuman serta tawa balita itu begitu menenangkan jiwa, ada kedamaian yang tercipta ketika melihatnya. Selalu ada tatapan was-was dan curiga dari tiap penumpang ketika ada segerombolan lelaki menaiki angkutan kota terutama penumpang wanita. Ya, begitulah.

Angkutan ketiga : Commuter Line
Wajah-wajah lelah menghiasi perjalanan kali ini. Entah lelah karena apa. Lelah hati, pikiran, badan, ataupun jiwa. Semuanya terasa banyak tanda tanya.
Dua orang anak perempuan berlarian sambil tertawa membunuh waktu, bebas, lepas. Seorang lelaki yang terlihat banyak pikiran, terasa banyak sekali beban dalam hidupnya. Ah, entahlah. Dua wanita yang bergosip dan terlihat asik saling bercerita pengalaman hidupnya. Sepasang kekasih yang tersenyum sambil mengobrol berbisik-bisik. Dan saya, hanya menjadi subjek yang memperhatikan objek-objek menarik di sekitar gerbong.

Angkutan keempat : Ojeg
Saya tak pernah tau mengapa dinamai ojeg, benar-benar singkatan dari ongkos jegang kah? haha. Tak ada yang begitu kuingat selain bagaimana kepercayaan bisa dengan mudah muncul kepada orang asing yang sebenarnya bisa saja dengan mudah membawamu ke tempat yang sebenarnya bukan tujuanmu. Membawamu lari.

Di sini saya semakin percaya kuasa Tuhan. Jangan pernah takut, percayakan pada pikiranmu bahwa selalu ada yang melindungimu. Pemilikmu seutuhnya.

Begitulah cerita perjalanan kali ini, Kelapa Gading - BSD ditempuh dengan waktu hampir 3 jam. Sekian.

No comments:

Post a Comment

tinggalkan jejak kata anda :)