29 June 2012

Rasa rindu, kesepian, dan sebuah pelarian.

Hari ini rasanya random sekali.

1.
Tiba-tiba kangen sesuatu, tapi ngga tau apa yang dikangenin. Rasanya ada yang hilang. Ya, hilang, yang artinya dulu di suatu waktu yang pernah lalu ada yang pernah dimiliki atau terisi, dan sekarang lenyap sudah. Perasaan atau hal apa itu, masih belum saya ketahui dengan pasti. Yang jelas kangen aja! Ga tau sama apa, sama siapa, atau sama hal apa. Absurd.

2.
Mendadak ingin lari, mencari sebuah tempat pelarian. Dan dua tempat yang tiba-tiba terpikir:
Puncak Guha. Ingin sekali menikmati deburan ombak dari puncak bukit hijau yang dikelilingi barisan gunung dan perbukitan. Ya Allah, beri saya kesempatan lagi untuk ke sana. Rasanya pengen diem di sana seorang diri, hanya diam. Merasakan hembusan angin yang menerpa wajah. Merasakan nyanyian debur ombak yang menghantam karang. Menikmati kedamaian. Jauh dari kebisingan dan gangguan kepentingan dan pekerjaan. Tidur di atas rerumputan hijau sambil memandangi birunya awan. Ah, saya benar-benar ingin ke tempat itu lagi.

Puncak menara masjid agung. Beberapa kali saya ke sana, selalu ada rasa tentram dari atas sana, entah apa. Melihat barisan kendaraan bermotor yang terlihat kecil di garis abu aspal jalanan. Melihat bangunan-bangunan yang saling tumpang-tindih. Melihat bandung dari atas, ada sebuah perspektif yang berbeda. Begitu segala yang besar terlihat kecil dari atas puncak menara. Orang-orang di taman hilir mudik, seperti barisan semut. Syahdu.

3.
Saya jadi ingat, ketika diberikan pertanyaan: "Jika kamu berada dalam suatu gedung, dan tiba-tiba terjadi kebakaran, sedangkan di sekitarmu ada 3 hal ini, mana yang akan kamu pilih? 1. Ruangan Kotak Besi; 2. Kuda; 3. Pintu."
Dan saya memilih Kuda. Saya membayangkan akan menungganginya dan menerobos gulungan api, hingga menemukan jalan keluar dari gedung ini. Saya membayangkan sebuah adegan, dimana saya dan kuda saya menabrakkan diri ke sebuah jendela kaca besar untuk melarikan diri dari kobaran sang Api. Klasik.
Dan itu adalah cerminan ketika kita dihadapkan pada sebuah masalah, 3 hal itu merepresentasikan cara apa yang kita pilih untuk menghadapinya. Ruangan kotak besi, yang berarti dia akan bersembunyi dari masalah. Pintu yang artinya akan menghadapi masalah tersebut, meskipun belum tentu dapat diselesaikan. Dan kuda yang merepresentasikan lebih memilih untuk lari dari masalah.
Saya memang tidak betah berada dalam sebuah masalah. Saya pasti akan mencari pintu tercepat untuk keluar dari masalah itu, termasuk lari; tetapi bukan melarikan diri. Orang-orang plegmatis macam saya jelas berusaha sebisa mungkin tak bertemu dengan masalah, tak mau berhadapan dengan konflik. Ha! Benar-benar memilih aman, mencari ketenangan dan kedamaian hidup.

4.
Sebuah kerandoman yang lain: saya membuka music player di HP saya, kemudian memutar acak lagu yang ada di playlist. Secara mengejutkan, terputar lagu milik Bunga Citra Lestari, judulnya Kecewa:

"Sekali ini kumohon padamu. Ada yang ingin kusampaikan, sempatkanlah.
Hampa, kesal, dan amarah. Seluruhnya ada di benakku.
Andai seketika, hati yang tak terbalas oleh cintamu.
Kuingin marah, melampiaskan. Tapi ku hanyalah sendiri di sini.
Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada.
Bahwa hatiku kecewa~"

Saya sendiri tak pernah sadar ada lagu itu di hp saya; dan saya baru ingat saat membeli hp dulu, abang-abang penjualnya ngopiin lagu-lagu di memory hp saya. Kesensitifan saya muncul lagi, saya kadang seringkali terbawa suasana sebuah lagu. Mengulangi bait-bait dari lagu, dan membayangkan sedang berada dalam situasi seperti itu.
Tak terbalas cinta. Sendiri. Kecewa. Dan, buru-buru ku stop lagu ini, sebelum syair-syairnya terus mendengung ditelinga, hingga akhirnya merasuki hati saya.

Di saat yang bersamaan, tab saya tiba-tiba hang dan terus memunculkan foto yang saya ambil dari puncak menara masjid agung.


Entahlah, perasaan saya tak menentu. Rasanya saya memang butuh pelarian. Saya kesepian. Saya kesepian. Saya kesepian. Saya rindu pulang.

1 comment:

tinggalkan jejak kata anda :)