Posts

Showing posts from 2012
Berhenti dan berubahlah karena keinginan,
bukan karena keadaan.

Sebuah doa (menjelang) akhir Desember

Dalam kesusahan seberat apa pun,
saya hanya meminta untuk disanggupkan.
Cukup.

Pameran (masa kini)

Sedih, pamer. Bahagia, pamer. Ternyata sekarang bukan cuma seni ya yang ada pamerannya, pameran kebahagiaan dan kesedihan juga sekarang sudah mulai mewabah. Berhati-hatilah!
Alkisah di suatu negeri antah berantah, ada seorang manusia yang merasa dirinya adalah orang yang paling bahagia dan beruntung dalam hidup ini. Si manusia ini mengumumkan kepada seluruh dunia, bahwa dia sudah berhasil meraih piala kebahagiaan tertinggi. Lalu dia hanya tertawa-tawa dan menyombongkan diri. Memandang sebelah mata orang-orang yang hanya mendapat piala perunggu-bahagia, apalagi yang hanya mendapat gelar pemenang-hiburan kebahagiaan.
Hingga suatu ketika, piala kebahagiaan tersebut digilir dan jatuh kepada seseorang yang lain. Manusia tersebut lalu merasa jatuh, seolah menjadi makhluk yang memiliki masalah dan cobaan yang sangat besar. Dia kemudian mengumumkan kembali kepada dunia, segala kepedihan yang dia derita adalah kesedihan yang paling sedih, kesedihan yang paling muram diantara yang termuram. Ta…

Apa yang kamu cari dalam hidup ini?

Image
Masih, pertanyaan-pertanyaan semacam ini selalu saja berdentang di kepala saya: "Sebenarnya apa sih yang dicari dalam hidup?" Malam kemarin saya mengobrol banyak dengan seorang sahabat lama, membicarakan hidup, membicarakan waktu, membicarakan kehidupan. Bermula dari pertanyaan, "Kamu gimana sekarang sama kerjaannya?", lalu mengalir deras berbagai cerita dan pertanyaan-pertanyaan absurd yang memang sebenernya tak harus dipertanyakan. Hingga akhirnya, pertanyaan itu mencuat lagi.
Dari dulu saya selalu merenungkannya dengan berbagai pikiran di kepala saya, mencari jawabannya, tapi tak pernah merasa puas. Banyak orang akan menjawab, yang mereka cari adalah kebahagiaan, ketenangan hidup, serta Ridha Allah SWT.
Lalu apa definisi dari kebahagiaan? Punya harta yang melimpah, punya mobil dan rumah mewah, menikah segera dan dianugerahi keturunan, punya pekerjaan hebat di perusahaan besar dengan gaji dua digit? Apa kah semua itu yang banyak orang cari ketika usianya masih pr…

Konsep Pernikahan dan Budaya

Beberapa minggu yang lalu tiba-tiba dapet tawaran motret prosesi pernikahan sahabatnya temen di Bandung. Tanpa basa basi dan mikir panjang saya langsung mengiyakan. Alasan pertama, karena udah lama ngga motret, yah itung-itung sekalian hunting foto. Alasan kedua adalah karena katanya konsep pernikahannya ini tergolong unik, yaah agak langka aja dilakuin di Indonesia, lumayan kan buat referensi konsep nikah ntar. Haha :)

     Konsep pernikahan mereka itu round table. Tamu undangan dibatasi hanya sekitar lima puluh undangan, yang terdiri dari keluarga terdekat mempelai wanita dan pria. Dekorasi gedungnya juga minimalis, lebih nonjolin di dekorasi bucket bunga-nya. Di areal pelaminan cuma ada empat kursi sofa. Lalu di tengah gedung berjejer beberapa round-table yang masing-masing terdiri dari (kurang lebih) delapan kursi per meja.

     Pukul sebelas akad nikah dimulai. Sebelumnya sudah dibuka dengan beberapa sambutan dan doa bersama. Setelah selesai akad nikah, prosesi sungkem kepa…

(Ketagihan) Bersepeda

Image
Lokasi : Dago Car Free Day - Sabuga - Bubur H. Oyo
Bosen main-main di sosial media.
Mulai besok coba puasa ah, mundur dari beberapa akun.Melia Ajani hanyalah akun facebook yang tak pernah lagi update.
meliajani adalah timeline twitter yang sebentar lagi beku, foursquare yang tak ada lagi new check-in, instagram yang tak lagi terurus.Posting di sini udah lebih dari cukup. Saya ngga akan pernah ninggalin blog ini! Tapi mulai besok mau selingkuh nulis di jurnal harian lagi! :D
Kembali menggerakan tangan, agar terbiasa lagi menari bersama pena di atas kertas.Selamat malam!

Bersepeda!

Image
Hari minggu kemarin, entah kerasukan niat darimana saya bersepeda dari rumah ke daerah Dago. Berangkat sendirian dari rumah jam setengah tujuh, tanpa tujuan pasti, tanpa partner yang pasti. Awalnya cuma mau ke Car Free Day - Buah Batu, janjian sama beberapa temen kampus. Tapi pas udah nyampe sana, temen-temen susah dihubungin dan kebanyakan masih dikosan atau di rumahnya. Lama-lama bosen sendirian nunggu, trus akhirnya memutuskan untuk lanjut ke Car Free Day - Dago, dan berpikir untuk ketemu Dita dan Harwi di depan BIP aja, karena yang satu baru bangun, yang satunya baru mau mandi dan siap-siap.


Beberapa playlist lagu di handphone ikut menemani perjalanan. Ada perasaan bebas, tenang, lepas, dan cuma kita yang bisa nikmatin semua itu. PUAS!! Pikiran ngalor-ngidul kemana-mana, kena hembusan angin, kena terpaan panas matahari, kena bau dan asap knalpot kendaraan. Semuanya adalah kenikmatan yang tak bisa dibandingkan apa-apa. Perbincangan bersama alter-ego di dalam kepala. Ngga perlu ngi…

Random : Antara Klakson dan Mulut

Di sebuah perjalanan, saya bonceng temen saya naik motor. Dia : "Mel, aku baru sadar. Beberapa kali dibonceng, kamu ngga pernah nglaksonin orang lain ya!" Saya cuma senyum. Saya malas ngalksonin orang. Berisik. Soalnya saya juga suka kesel kalo diklaksonin orang gara-gara hal yang ngga jelas dan hanya atas dasar ketidaksabaran aja. Lampu baru ijo satu detik aja udah main klakson!
Makanya, kadang suka lucu kalo ngeliat orang naik motor terus jempolnya selalu standby di pencetan klakson :)) Saya lebih memilih standby buat megang rem aja.
Ya, sama lah kayak mulut, lebih baik dalam posisi siap-siap ngerem aja, daripada terus ngoceh dan nyerang dengan kata-kata ngga karuan.

Car Free Day : Sudirman - Bunderan HI

Image

Random!

Berkali-kali, kalau diajak main atau ketemuan sama temen:"Ayo maen, ketemuan."
"Yuk!"
"Kemana?"
"Terserah, asal bukan mall, please!"Sudah jenuh pergi ke mall. Udah males pergi ke pusat keramaian. Menghabiskan rupiah. Saya mencintai ketenangan, saya lebih memilih sepi.Saya lebih suka pergi ke taman, berlama-lama di toko buku, ke menara masjid agung, berdiam dan mengobrol di cafe yang tidak terlalu ramai, ke warung-warung di ketinggian, berkeliling kota dengan kendaraan umum, momotoran keliling Bandung, hunting foto, menghirup udara segar saat car free day, berjalan kaki menyusuri jalanan, pergi ke gunung, atau kabur ke pantai sesekali. Sudah.Jangan tanyain saya film yang paling update di bioskop. Jangan tanya saya tempat wisata kuliner dari A-Z. Jangan tanya saya mall A isinya ada apa aja. Jangan tanya branded suatu produk dan dimana aja store nya. Jangan tanya lagu baru yang lagi in. Kenapa? Hmm, Google lebih bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu…

Convo : Socmed

...

M: Meh! canggih bener buat ngepoin orang. apa untungnya sih, tapi?
Y: Lah, orang-orang update di socmed itu buat dikepoin kan, "dunia harus tahu"-thing buat sesuatu yang gak penting-penting amat. berarti orang-orang tuh pengen dikepoin, maka bersyukurlah ada kepoers
M: hahaaa, dan banyak orang juga yg kepancing "pengen tau". dunia itu lebih damai sebelum socmed menyerang
Y: iyah pisan
M: sebelum smartphone merajai
Y: iyah lagi
M: ahhhh.. dulu kalo bosen, nyamper tetangga. maen, ngobrol, anyang-anyangan..
Y: ^ kampung pisan. wkakaka, urang ge kitu dulu. haha
M: hahaaa, kampung jugatapi menyenangkan cuy
Y: yang paling dibenci dari itu semua. smartphone feat socmed adalah pas ngumpul-ngumpul ada 8 orang dalam 1 meja, 6 diantaranya nunduk ke smartphone sambil ngakak-ngakak. udah we gak usah ngumpul
M: hahaaa, eta pisan!
Y: conference we di YM. sarua keneh
M: semua emosi diganti sama emoticon
Y: yoi, urang ngetik :)), padahal gak ngakak. ketipu maneh! haha
M: urang …

[100 kata] : Sekerat Roti dan Kopi Panas

Sehebat-hebatnya kamu menipu diri, hati tetap tak bisa dibohongi.

Jam sembilan pagi. Jadwalmu datang ke cafe sekaligus taman baca ini. Memilah-milah buku yang ingin kamu cicipi. Lalu kamu duduk di bangku dekat jendela kaca, membuka laptop lalu memasang headset di kedua telingamu yang terkadang tertutup rambut ikalmu yang mulai berantakan.

Aku mengamatimu dari seberang bangku yang langsung menghadapmu, dengan beberapa buku. Seperti biasa. Beberapa lama setelah itu, seorang wanita datang memasuki cafe dan langsung duduk di sebelahmu. Mengelayut manja di lengan tanganmu.
Sekerat roti dan kopi panas yang kupesan –dan juga selalu kamu pesan kini dingin dihadapanku. Menyaksikan kemesraan kalian.

Photograph : "Pulang ke Sebuah Tempat yang Kusebut Rumah"

Image
Lokasi :
Bandung Car Free Day - Buah Batu
Menara Masjid Agung Bandung
Alun-alun Kota Bandung

4 cerita : Berbagi duduk bersama asing

Angkutan umum adalah tempat yang paling banyak menyimpan cerita. Berbagai macam orang. Asing. Berbagi tempat dan duduk saling bersisian dan atau berhadapan.1
: Jarak"Halo."
"Ya, kenapa?"
"Iya, nomornya ngga aktif."
"Tadi ke kantor polisi, nemenin sodara ada masalah."
"Kan kamu tau tempat saya di mana biasanya, kenapa ngga inisiatif ke sana aja sih!"
"Trus kamu sekarang di mana?"
"Ya kalo udah di Jakarta, kenapa nelpon saya?"
"Kamu kan tau, saya di Bandung. Sekarang kamu di Jakarta. Udah ngga ada artinya lagi, ngapain masih nanyain trus nelpon?"Telepon genggam ditutup. Pembicaraan usai. Antara sopir angkot dan (mungkin) seorang wanita.Memang, bertemu muka masih menjadi obat paling mujarab untuk segala hal yang ditimbulkan akibat jarak.2
: Bersyukurlah!Sepi penumpang.
Tiga anak kecil usia 9-12 tahunan dengan membawa keranjang menaiki angkot yang sama dengan saya, lagi.
Pertama saya duduk di sebelah sopir. Kal…

Suara yang Hilang

Langkahku terhenti di sebuah tempat yang begitu sunyi, di sebuah kota metropolitan yang statis. Seperti mati, tanpa aktivitas yang berarti. Desiran angin terdengar begitu nyaring di sini. Beberapa orang berlalu-lalang tanpa suara. Jejak langkah mereka tak sedikit pun meninggalkan bunyi.
Mereka, orang-orang di kota ini tak ada yang bisa bicara. Mereka semua telah kehilangan kata. Bibir mereka benar-benar tertutup rapat. Semua mulut dijahit dengan kawat tipis yang sudah berkarat dan mulai menghitam.
Di sepanjang jalan yang kulewati berderet puluhan bangunan aneh. Bangunan itu seperti sebuah rumah. Hanya saja tidak memiliki pintu dan jendela, melainkan sebuah jeruji besi –yang lebih mirip seperti penjara. Banyak orang yang menghuni tempat itu. Rata-rata merupakan satu keluarga utuh; seorang ayah, ibu, dan beberapa anak. Mereka terpenjara ruang dan kata.
Keadaan sekarang sangatlah kontradiktif dengan saat terakhir aku ke kota ini. Dua tahun yang lalu, kota ini begitu dinamis. Orang-orang san…

Eh, basah...

Di sebuah kelas, saat olimpiade biologi jaman SD:
"Lho ini di mejanya ada air tumpah ya, kertas jawabannya basah gini."Di saat halal bihalal SMP, nyalamin semua guru yang berjejer rapi di lapangan:
"Kenapa, kok tangannya basah sama dingin, kamu lagi sakit ya?"Di GSG sekolah, setiap kali latihan pencak silat:
Pemanasan. Telanjang kaki. Beberapa cap telapak kaki bermunculan di lantai semen. Debu-debu mulai menempel di kaki. Kurang dari semenit. Hingga bemenit-menit berikutnya.Di banyak pagi, saat SMA:
"Gila, tangan kamu udah kayak mayat, dingin banget!"
"Lemah jantung ya?"
"Ih, abis cuci tangan ya!"
Lalu dia mengelap tangannya.Di kantor kecamatan, saat bikin E-KTP:
"Empat jari tangan kanan."
"Coba lagi.."
"Tahan.."
"Aduh, merah semua! Coba lagi, agak diteken."Belum yang tangan kiri, belum jempol kanan, belum jempol kiri. Alhasil saat bikin E-KTP saya yang paling lama. Karena error terus pas pembaca…

Convo di pagi hari : Jarak

Q : "Mel, ketika kamu udah bener-bener capek, dan emang cuma pengen istirahat, apa yang kamu lakuin? Ketika kamu ngerasa mati suri tapi kamu ngga tau harus berbuat apa, apa yang kamu lakuin?"
M : Saat itu aku sadar betul, ketika aku ngerasa kayak gitu aku pasti lagi berjarak dengan Tuhan, maka aku akan mempersempit jaraknya, dengan berlari mendekat.

Kata dia : tentang saya.

Seorang yang aku tau begitu tenang. Yang lebih memilih diam dan menjadi penikmat. Selalu setia mendengar hingga sang lawan bicara pada akhirnya lega. Selalu menyaring lontaran dari bibirmu, mungkin sejak di kerongkongan. Aku selalu ingat senyummu, yang menenangkan, dan wajahmu teduh. Sangat teduh ketika aku memandangmu.
Boleh tidak aku bilang kalau kamu itu selalu cari aman? Entah ini hal positif atau negatif, namun terkadang sikap cari aman-mu ini membantu kamu untuk tidak “bermasalah”. Dan aku tau, kamu punya duniamu sendiri tanpa pintu atau jendela bahkan celah bagi orang lain untuk sekedar mengintip. Hanya kamu sendiri disana, seorang diri.
Satu-satunya orang yang mengerti makna berhenti, koma, jeda, spasi, atau apalah itu , ketika sudah jenuh, lelah. Bagiku ketika kita memaknai hal itu bersama, aku menaruh harap padamu, kita bisa melakukan pelarian bersama, menyendiri berdua. Kutunggu kamu di puncak guha.
Ia-Mel.
Melia "



Ah, kamu berhasil membaca saya, Mariana! Semoga bis…

Sebuah Pelarian : Caringin Tilu dan beberapa tempat lain

Image
"Mau kemana nih jadinya? Cartil?"

"Ayo, terserah!"

Saya dan teman sejak SMA saya, Dinar, akhirnya memutuskan untuk pergi ke Caringin Tilu --yang lebih dikenal dengan Cartil, di daerah padasuka atas. Tak ada yang pernah ke sana. Tak tahu di mana letak persisnya. Tak tahu bagaimana medan untuk menuju kesana. Yang saya tahu hanya: dari Saung Angklung Mang Udjo terus ke atas lagi, sudah. Setelah beberapa lama perjalanan, kami menemukan sebuah pencerahan: plang tanda panah bertuliskan "Caringin Tilu" di jalan Padasuka. Oke, itu artinya kami berada di jalan yang benar.
Lalu saya dengan pedenya terus memacu gas motor kesayangan ke arah atas padasuka. Beberapa menit setelah Saung Mang Udjo, jalanan semakin menanjak, terus naik dan mulai menyempit, hanya cukup untuk satu mobil. Belasan menit setelah itu, kami sudah memasuki Desa Cimenyan. Dan ya, seperti yang saya duga, Cartil ini memang masih sedaerah sama Moko, warung Daweung. Medannya hampir sama, yang berbeda a…

Fiksi - Juli

: Dira Adrian

Hei, ingatkah kamu? Ini sudah bulan ketujuh, akhir Juli yang selalu kita –atau mungkin hanya aku— nantikan. Juga bulan di mana kamu mengulang hari kelahiranmu. Kamu bilang Sabtu siang pada minggu kedua di stasiun Bandung. Dan sekarang aku di sini untuk memenuhinya, penuhi janji yang kita buat setahun lalu.
Hujan masih saja merintik di bulan Juli, dan malah kian menjadi, bukannya bergegas meretas kemarau. Selepas tiba di stasiun, aku berlari menuju sebuah bangku kosong di tempat tunggu. Yang kucari hanya sosokmu. Sebuah wajah yang sudah sangat tidak asing, yang terekam kuat di dalam memori otakku. Kamu. Ya, hanya kamu. Entah mengapa, jantungku rasanya berdebar beberapa kali lebih kencang menanti kamu.
Lima belas menit berlalu, kamu tak datang. Tiga puluh menit menjalar, kamu masih tak juga menunjukkan rambut ikalmu. Satu jam. Dua jam. Tiga jam.. Berjam-jam berlalu tanpa ada sosokmu. Pesan singkat, semua panggilan tak ada yang kamu gubris. Aku sudah tak tahan lagi. Rasany…

Indonesia, saya semakin jatuh cinta padamu!

Image
Saya semakin tergila-gila pada Indonesia; pada pantainya, pada alamnya, pada gunungnya, pada penduduknya, pada kulinernya, semuanya. Sudah seminggu saya di Palu, Sulawesi Tengah. Walaupun tidak ada bioskop, saya puas dengan tontonan yang disuguhkan oleh kota ini. Palu dikelilingi oleh gunung-gunung yang luar biasa indah, membentang mengelilingi kota. Pantai yang tenang, air laut yang jernih, terumbu karang dan ikan-ikan yang cantik.  Ada beberapa yang unik di sini: Pisang goreng (manis) disuguhkan dengan sambal; Tempat makan kaki lima ---penyetan, ayam goreng, dan sebagainya, hampir semuanya bernama 'Mas Joko'; Angkutan kota di sini mereka bilang taxi, sedangkan taxi mereka bilang argo. Makanya, orang sini kaya kaya, tiap hari pake taxi untuk nganter kemana-mana :) Untuk masalah kuliner, di Sulawesi Tengah terkenal sekali dengan kaledo (Kaki Lembu Donggala), dan ternyata sangat nikmat disajikan dengan singkong. Masih banyak cerita lainnya, tapi nanti saja saya lanjutkan.. ber…

:)

Senyum dan syukuri: dua kunci bahagia.
Sederhana yaa? Tapi kita terlalu sering memungkirinya.

cerpen : di suatu pagi

Pagi ini tak seperti pagi biasanya. Entah ada angin apa, aku memilih berangkat lebih pagi dari rumah menuju kantor. Pukul enam tepat aku sudah berdiri manis di halteu bus feeder, menanti kedatangan satu-satunya transportasi publik yang bisa mengantarkanku bekerja. Padahal di hari-hari biasanya, pada jam yang sama aku masih berias diri di depan cermin, mengulas make up, dan menata rambut. Lima menit kemudian bus tersebut datang, aku yang sudah membeli tiket langsung naik dan masuk ke dalam bus. Beginilah enaknya pergi lebih awal. Bus yang kutumpangi cukup kosong, sehingga aku bisa memilih kursi di manapun. Hingga akhirnya aku memilih duduk di baris ketiga sisi kanan, persis sebelah jendela, agar aku bisa bersandar dan menerawang jalanan dari balik kaca jendela bus.

Tak lama berselang, seorang lelaki masuk dari pintu depan bus, berjalan pelan sambil menyapu kursi-kursi kosong dengan mata indahnya. Lalu secara tiba-tiba dan tak terduga dia duduk di sampingku. Lelaki itu tersenyum. Tampa…

Sebelas Juni

Dua puluh tiga tahun yang lalu ibu saya berjuang keras mempertaruhkan nyawanya untuk kelahiran saya agar bisa mencium kehidupan dunia. Terima kasih Ma, tanpamu aku tak akan pernah ada di sini :')
Bertambah satu angka lagi di umur saya. Bukan bilangan yang kecil. Melainkan angka yang sangat besar.
23 x 365 x 24 x 60 x 60. Itulah jumlah detik yang telah Allah berikan untuk saya. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah.
Semoga saya bisa semakin dekat denganmu, Ya Rabb :)

Convo : minta siapa?

bla bla bla

R : Banyak ya yang udah nikah?
M : Gatau juga sih, tapi umur segini mah emng udah mulai waktunya sih ya..
R : Iya, trus kamu kapan? Udah pas lah umur segini.
M : Haaaaa! sama siapa, do?
R : Ya kamu maunya sama siapa? Tinggal minta sama Allah.
M : ... #deg

Sepertinya saya harus mendefinisikan ulang dan memperdetail permintaan..

Pantai Lamona, Ai Loang, Sumbawa Besar

Image

Berburu Sunset di Pantai Kota "Baru", Sumbawa Besar

Image

Pantai Goa, Sumbawa Besar

Image
Dalam seminggu, sudah empat kali saya ke Pantai Goa. Berburu kuliner ikan :)
Beraneka ragam jenis ikan ada di sini, dari mulai kakap merah, baronang, dan lain-lain, juga tak lupa ada cumi-cumi. Harganya pun tergolong murah, cumi besar dihargai dua puluh sampai dua puluh lima ribu rupiah. Ikan dihargai mulai dari dua puluh lima ribu rupiah, tergantung jenis dan ukurannya. Serta jangan lupa untuk mencoba 'sepat', makanan khas Sumbawa. Rasanya asam-asam segar dan agak 'sepet' sedikit. Tapi sepat ini cocok banget buat dimakan bareng ikan, bau amis dari ikannya jadi ngga berasa dan menambah nafsu makan :D
Ini penampakan pantainya di siang hari, saat itu air pantainya sedang surut, dan banyak kapal nelayan di pantai ini. Yay, selamat makan siang dan menikmati hari :)

Pantai Batu Gong, Sumbawa Besar

Image
Baru seminggu di Sumbawa, sudah dua kali saya mendatangi Pantai Batu Gong. Pantai ini terletak di Desa Labuhan Sumbawa, sekitar setengah jam dari pusat kota Sumbawa Besar. Pantainya cukup indah, banyak anak penduduk lokal yang berenang dan juga wisatawan lokal yang berkunjung ke pantai ini saat weekend. Saat menjelang sore hari, banyak penduduk lokal yang memancing di pantai ini. Pantai Batu Gong ini terbilang bersih, tapi sayang kurang dikelola dengan baik, di sekitaran pasir juga banyak sampah-sampah kecil yang berserakan sehingga mengurangi keindahan pantai Batu Gong ini. Jangan lupa makan es kelapa muda di sini, segaaaaar :) Beberapa penampakan pantai Batu Gong :





Selamat menjalani senin yang ceriaa :)

Saya di Sumbawa Besar?

Image
Hari Jum'at kemarin untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Sumbawa --lagi lagi untuk keperluan dinas. Rasanya sulit dikatakan. Pergi seorang diri dari Jakarta, tiba di Lombok dan langsung dijemput oleh kepala bengkel Daihatsu. Lalu langsung melanjutkan perjalanan ke Sumbawa Besar. Dua jam perjalanan dari Bandar udara International Lombok ke Pelabuhan Kayangan, kemudian dari pelabuhan menaiki ferry yang juga waktu tempuhnya memakan dua jam berlayar, diteruskan perjalanan darat ke Sumbawa Besar. Dan yaa, saya masih di sini sekarang, masih terheran-heran bagaimana bisa saya berada di sini. Dan saya masih harus melewati lima belas hari di sini, semoga banyak cerita menyenangkan :D
Hari ini saya diajak ke pantai Batu Gong, ke pantai Goa, makan 'sepat' yang merupakan makanan khas Sumbawa Besar. Ya, sejauh ini semuanya menyenangkan dan berjalan lancar. Saya samakin jatuh cinta dengan Indonesia, dengan pantainya, dengan alamnya, dengan semua isinya. Merasa sangat bersyuk…

Bangka: sebuah pelarian

Image
[20 - 22 April 2012] Bangka, sebuah pulau yang menyenangkan.
Tiga hari sangat cukup untuk melupakan rutinitas kerja sejenak. Kembali berkumpul dan berlibur bersama keluarga. Langit biru. Pantai yang indah. Kegembiraan. Senyuman. Kuliner yang tiada henti-hentianya. Ah, ini adalah pelarian terindah, sungguh :D