03 December 2011

Riham

Riham is a brand new bag.
Please kindly to LIKE our page and follow us at twitter: @rihamcollection for further information.
 Thank you :)

23 November 2011

"Saya mau pergi dari kota ini secepatnya,
bukan karena saya anak sulung,
tapi saya bosan di sini!
--yaa, paling tidak satu atau dua tahun mendatang!  

Hollywood Nobody

BOTTLESMOKER


16 November 2011

[PR] - Masa-masa indah ketika SMP dulu ..

Siang-siang gini mendadak dikasih PR sama Ayu, buat nulis cerita ketika masa SMP dulu. Yaa, mumpung ngga ada kerjaan marilah kita mengingat kembali masa-masa indah itu :)
Dulu saya sekolah di SMPN 1 Bandung, di jalan Ksatriaan.


1. SMP adalah masa-masa terindah dengan jutaan kegilaan.
Saat SMP dulu, saya punya temen maen namanya 'twophat ', deket karena emang sekelas dari kelas satu sampe kelas dua. Kita punya tempat tongkrongan di depan ruangan kepala sekolah, yang kita namai dengan 'basecamp twophat'. Tiap istirahat atau sepulang sekolah pasti nongkrong di sana sampai sore, dan sepertinya ngga ada yang berani nempatin tempat itu selain anak twophat :D 
Kerjaan di sana adalah? Ngegosip, ngecengin anak basket atau anak karate (karena posisinya sangat strategis), sekedar nongkrong, malahan mau jajan aja kita tinggal teriak dari basecamp (aahh, jadi inget Blacky, mang Agus, sama mang Milkshake!). Di basecamp juga pernah jadi saksi bisu kisah-kisah percintaan anak twophat. Ahh, pokoknya segala cerita ada di sini :3
Sampai sekarang saya sama temen-temen twophat masih sering main, dan sering ketawa-tawa kalo inget semua kejadian jaman SMP ini, semoga pertemanan kita terus berlanjut sampai tua :)


2. Istana Plaza (IP) adalah rumah singgah ketika jam sekolah usai.
Karena lokasi sekolah yang lumayan deket sama mall yang satu itu, saya seriing banget maen ke IP bareng temen-temen SMP. Sekedar window shopping, numpang baca di Gramedia, maen-maen ngga jelas, nontonin orang yang main ice skating, makan-makan (dan seringnya diakhiri dengan ritual nyampurin sisa-sisa makanan, trus nyuruh temen kita makan dengan imbalan dikasih duit, haha jorok!), atau bahkan cuma buat numpang ke WC. Makanya ada istilah IP = Ikut Pipis! 

3. Masa-masanya galau karena ngecengin cowok.
Pertama kali ngerasain cimon sampe dalem banget :")
Punya kecengan yang aweet banget dari kelas satu sampai kelas tiga, beda kelas, tapi ada beberapa mata pelajaran  muatan-lokal yang sama dan barengan, udah gitu kalo pulang arahnya barengan dan sering curi-curi biar bisa seangkot.
Trus gara-gara pernah deket sama kaka kelas jadi dimusuhin beberapa cewek (yang ngecengin si kakak kelas) karena jelas-jelas mereka sirik, muahahaa  Ah, bagian ini enaknya di-skip aja :P


4. Buku curhat, puisi,  dan arisan
Pas kelas tiga, sama temen-temen ceweknya sering banget nulis buku curhat. Ada yang ngisi curhatan, puisi-puisi galau, surat-suratan, lirik lagu, gambar-gambar ngga jelas, dan malah tangga lagu dan cowok-cowok terpopular versi kita juga ada :) 
Gara-gara sering nulis buku curhat, dan gara-gara ada seorang teman bernama tina yang suka nulis puisi-puisi bagus karya penulis-penulis besar, jadilah sejak saat itu saya suka bikin puisi dan meminati dunia sastra :)
Bukunya masih ada di saya, udah sampai volume sekian (lebih dari 3). Dulu saya juga ngelola arisan kelas, tiap minggu dikocok, dan dapet Rp 100,000 (lumayan gede lah pada saat itu) dan dapet bonus cokelat cha-cha yang dibagiin buat sekelas.


5. Paduan Suara dan Olimpiade Matematika 
Pas SMP ini saya ikutan paduan suara dan seringkali ikutan lomba group. Aneh juga kalau dipikir-pikir kenapa dulu bisa masuk paduan suara, padahal suara saya sekarang jelek banget kalo nyanyi :)) Oyaa, kita pernah dapet juara 1 lomba paduan suara se-Bandung raya lho :)
 Selain itu saya sering disuruh ikutan olimpiade matematika, padahal sayanya kadang suka ogah-ogahan dan akhirnya sering ngga menang --paling banter cuma masuk semifinal. Pernah suatu waktu saya kabur ngga ikutan lomba itu, padahal udah dipanggil-panggil lewat pengeras suara di sekolah, hahaa. Dan malu banget ketika ketauan salah satu guru matematika, yang dia tau harusnya saya ikutan olimpiade itu, eeh saya malah keliaran abis main dari BIP (Bandung Indah Plaza). 


Sebenernya masih banyak banget kenangan pas SMP, tapi ntar malah jadi novel kalo diterusin sampe abis :P
PR selanjutnya dikasih untuk mereka-mereka yang lagi pengen mengingat masa-masa SMP nya, boleh lho siapapun dishare ceritanya :)

Tapi ini PR wajib dikerjain sama :
1. Mariana 
2. Dita
Selamat mengingat masa indah kalian :) 

Menara Masjid Agung, Bandung

15 November 2011

Apa yang dicari di dunia?

Apa sih yang dicari di dunia?
iseng, dulu banget saya pernah memasang tweet seperti ini. dan jawaban apa yang saya dapatkan?

"Mati !"
"Harta tahta lelaki dan surga hahahahaha"
"Pahala menuju surga.... :D"
"Bekal menuju akhirat,, aminn"
"Kenikmatan!! kenikmatan dunia akhirat :P"

Ujung-ujungnya semua mengamini kalau yang dicari di dunia ini adalah bekal untuk di akhirat kelak. Dunia ini hanyalah persinggahan sementara yang tidak berlangsung lama untuk persiapan sampai ke akhirat.

Kadang sering kali orang --khususnya saya, terpaku pada tujuan-tujuan duniawi yang sesungguhnya sangat fana: kesenangan, akademik, karier, asmara, kekayaan, jabatan, serta (banyak) urusan-urusan lain yang sepele, namun entah kenapa harus dipermasalahkan (dan diselesaikan bukan dengan cara yang semestinya). Sebenernya yang hilang dari semua ini adalah esensinya, tujuan awalnya, dan niat awalnya. Orang-orang berlomba pingin punya harta yang melimpah. Yang salah itu ketika uangnya didapat dengan cara yang tidak halal, ditimbun di dalam saku sendiri, bukan malah membelanjakan harta itu di jalan-Nya.
Padahal kalau udah mati, apa yang mau dibawa?

Ada banyak perumpamaan akan dunia: 
"Kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan."
"Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu."
"Wahai Daud, perumpamaan dunia yaitu laksana bangkai di mana anjing-anjing berkumpul mengelilinginya, menyeretnya kian kemari. Apakah engkau senang menjadi seekor anjing, lalu ikut bersama mereka menyeret bangkai itu kian kemari?" (Hadist Qudsi) 

Selagi masih dikasih kesempatan untuk hidup, dan sebelum 'pencarian' di dunia ini berakhir. Sekarang saatnya untuk kembali meluruskan niat, meluruskan tujuan. Semoga semua yang kita lakukan bisa menjadi bekal di akhirat kelak, menjadi ladang amal bukan malah menjadi tambang dosa. Aamiin.
  
# catatan ini ditulis untuk pengingat diri
semoga bisa mengingatkan yang lainnya juga :) 

14 November 2011

Impian

Salah satu impian terbesar saya adalah menjadi penulis. Impian terpendam sejak 10 tahun yang lalu.

Dari jaman smp dulu sampe sekarang udah puluhan draft buku yang terbengkalai, didiamkan, dan tetap tersimpan sebagai DRAFT! Niat besar aja ternyata emang ngga cukup. ACTION, itu yang paling utama.

Banyak orang bilang, jika ingin menjadi penulis yang baik, maka jadilah pembaca yang baik. Nah, ketika saya baca banyak buku karya orang-orang, yang ada saya malah minder buat nulis buku. Begitu banyak buku bagus, dengan isi yang bagus, teknik bercerita yang oke. Sedangkan saya? Rasa-rasanya cuma bisa menulis sekadarnya, ngga ada apa-apanya dibanding mereka.

Tiap kali minta saran sama temen-temen tentang tips menulis, jawabannya selalu sama:
"Tulis aja apa yang kamu pengen tulis, semuanya."
Ada juga yang nyaranin buka word, terus ganti warna tulisan jadi putih, lalu tulis apa yang ada di pikiran kita. Ngga perlu takut salah, ngga perlu takut jelek. Kalo udah beres, ganti tulisannya jadi hitam, baca lagi, dan perbaiki mana yang kurang. Selesai. Masalah bagus atau engganya cerita kita kan relatif. Segala hal pasti ada yang suka ada yang engga.   

Oke, saatnya menulis kembali. Membuka draft-draft lama dan menyelesaikannya secepatnya :)

oiya, makasih buat Dita dan Kak Irfan atas sharingnya yang bikin saya semangat lagi!
Mari menulis~ 

19 October 2011

Warisan Ambisi (yang tak tergapai)

"Dari mulai kakek, papa, mama, semuanya seniman. Kalo bukan kamu, siapa yang bakal nerusin darah seni keluarga kita?"
"Dulu Mama pengen jadi dokter tapi ngga ada biaya, abis lulus nanti kamu kuliah kedokteran aja ya!"
"Kamu pilih jurusan manajemen bisnis aja, biar nanti kamu bisa terusin perusahaan papa!"
"Udah cari kerja aja, jadi PNS tuh kayak papa. Mau bisnis modalnya dari mana?"
"Liat tuh anaknya tante Nina, ditugasin kerja ke Jepang. Kamu kayak dia juga dong!" 


Lima kalimat di atas menggambarkan sedikit contoh tuntutan dan keinginan terpendam orang tua kepada anaknya, alih-alih mereka menyebutnya saran --yang pada akhirnya menjadi perintah halus yang harus dipenuhi, sebagai bakti kita kepada mereka. Pernah merasakan? Saya pernah, dan sekarang merasa sedang mengalaminya.

Oke, saya sangat yakin mereka mengajukan beberapa 'keinginan' itu juga demi masa depan si anak. Tapi apakah semua 'keinginan' orang tua itu sejalan dengan keinginan si anak? Apakah 'keinginan' itu tidak akan memberatkan dan membebani si anak? Yakinkah 'keinginan' itu yang terbaik untuk si anak, bukan sekedar ambisi orang tua yang diwariskan kepada sang anak?

Hanya ada dua pilihan: memenuhi 'keinginannya' sebagai bakti anak kepada orang tua, atau membuat mereka kecewa karena menolak 'keinginannya'.

Mungkin keinginan ini adalah mimpi-mimpi yang belum bisa atau memang tidak bisa mereka wujudkan pada saat dahulu, atau mungkin kumpulan ambisi terpendam yang memang harus dicapai olehnya (atau keturunannya). Tapi semua ini keinginannya. Bukan keinginan saya. Ada kalanya saya HARUS mengikuti keinginannya, dan mengesampingkan keinginan saya atau bahkan mengubur keinginan saya dalam-dalam.

Sangat mungkin semua ini akan menjadi siklus yang tak berujung. Mungkin pada saatnya nanti mimpi-mimpi, ambisi, dan keinginan saya yang tak terwujud akan saya wariskan kepada keturunan saya? Menuntutnya untuk memiliki mimpi-mimpi saya yang terpatahkan pada saat ini? Ya, dan inilah siklus tanpa akhir! Lingkaran yang tak pernah terputus. Ah, tapi saya mau membebaskan mimpi saya, tak ingin mewariskannya, cukup sampai di saya semua warisan mimpi dan ambisi itu.

Ada yang punya warisan kebebasan?

18 October 2011

Photo : Di Udara

diambil di dalam pesawat dalam perjalanan Bandung - Bali :



diambil di dalam pesawat dalam perjalanan Lombok - Bali :
 

17 September 2011

Kampung Naga

Kampung naga ini ada di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Bukan karena di kampung ini ada 'naga'nya, tapi karena letaknya dina gawir, jadilah disebut kampung naga :)
.. dan berikut penampakan dari Kampung Naga yang masih sangat memegang tradisi dan adat istiadat leluhur: 

17 August 2011

MERDEKA!!


Jika masih saja ada yang bertanya 'Merdeka kah kita?', coba ingat kembali pembukaan UUD 1945:
"Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."
Kita sudah merdeka,
Allah Yang Maha Kuasa yang memberikannya, rakyat Indonesia yang menginginkan dan memperjuangkannya.
.. dan sekarang tugas kita tinggal berjuang untuk mempertahankan dan menjaga 'pemberian' itu.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-66
Semoga bangsa ini terus maju,
semoga bangsa ini semakin dewasa,
semoga bangsa ini diberikan kesabaran dan kesadaran,
semoga bangsa ini dapat terus menghargai jasa pahlawannya,
serta selalu ada dalam rahmat dan lindungan-Nya.
Aamiin.

MERDEKA!!

25 July 2011

Graduation day :)

akhirnya hari itu datang juga.

23 juli 2011.

ternyata begini rasanya wisuda, jadi sarjana teknik.

antara biasa aja, bahagia, nyesek, sedih, terharu, lega, semuanya campur aduk jadi satu.

.. dan semuanya berjalan dengan sangat luar biasa!

cuma satu yang kurang dari semua ini, Bapak ngga dateng ke wisudaan karena masih sakit :'(

Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah. makasih buat Mamah, Bapak atas segala dukungan dan kasih sayangnya yang selalu tercurah buat saya, i love you :* juga ade, dan nenek ..

senang-senang bahagia, yang selama 4 tahun selalu ada untuk bersenang senang bahagia selalu. makasih mariana buat cokelat bunganya. makasih nana, triayu, dan frans buat bunganya. buat inez, rany, lena, angga, upay, yang udah nyempetin datang dan nyusul, dan terimakasih juga buat bunganya :)

aaaa, pokoknya terimakasih buat semuanya. Alhamdulillah :)





20 July 2011

Ngga mau keluar dari zona nyaman! (belum mau)

Aneh. Kemaren-kemaren saya pengen banget cepet lulus.
Pas udah tinggal menghitung hari menuju wisuda, malah ngga mau semua ini cepat berakhir. Masih pengen kayak gini, jadi mahasiswa. Masih mau ada di sini. Belum mau ke mana-mana. Masih nyaman dengan keadaan kayak gini. Berada di zona nyaman dan aman.

Alur hidup kebanyakan orang kan kalo setelah lulus kuliah pasti kerja yaa. Tapi, sampai saat ini belum ada bayangan mau kerja di mana. Belum nyoba ngirim lamaran kemana-mana. Kalo udah masuk dunia kerja, artinya harus adaptasi lagi sama lingkungan baru, ketemu orang baru, berada di tempat yang berbeda, dengan suasana yang berbeda, dan tekanan yang berbeda. Ngga mauuu! Ngga mauuu! Yeah, untuk saat ini belum mau aja sih.

Sidang kemaren itu berasa antiklimaks nya. Dulu, mikir pengen cepet-cepet lulus karena emang udah ngga kuat dan jenuh bergelut jadi mahasiswa Teknik Informatika. Tapi setelah TA beres, ngga kebayang wisuda gimana, setelah lulus mau ngapain, ga ada planning setelah itu. Karena target awal cuma pengen beresin TA dan lulus. Titik.

Empat tahun di kampus putih biru ini terasa begitu cepat. Awalnya ogah-ogahan dan ga ada semangat karena ngga betah sama suasana kampusnya. Awalnya ngeluh terus karena ternyata jurusan Teknik Informatika tidak seindah yang saya bayangkan, dengan tugas yang terus membabi buta. Tapi yaah, akhirnya terbiasa juga, dan lama-lama terasa nyaman dan menyenangkan. Bersyukur banget bisa nemu orang-orang yang tidak berkedok di sini, orang-orang yang selalu bisa menguatkan dan saling support, orang-orang yang bisa bikin ketawa ngakak, orang-orang tempat berbagi dan membuat cerita. Rasanya ngga mau pisah sama anak-anak Senang-Senang Bahagia, ngga mau pisah sama temen-temen di Masyarakat Jurnalistik, anak-anak Bandung yang (cukup) jadi minoritas di kampus ini, Cathbell family, dan semua temen-temen maen saya. Ahh pokoknya masih mau maen-maen dan bareng sama temen-temen kampus. Semua tekanan dan kejenuhan di kampus ini sangat terbayar dengan ribuan kenangan dan kebersamaan bareng mereka.

Bagaimana pun, waktu terus berputar searah. Maju, tak pernah mundur. Mau ngga mau, siap ngga siap, akhirnya saya harus keluar dari zona nyaman ini.


Bye bye kampus putih-biru dan segala kenangan manis di dalamnya :')
Saya pasti akan sangat merindukan suasana dan seluruh isi kampus ini.

18 July 2011

bo-san

Bosan. Bo-san. B o s a n.

bosan berselancar di dunia maya.
bosan ke tempat yang itu-itu saja.
bosan melakukan hal yang begini-begini saja.
bosan mengobrol hal-hal yang sudah
bisa ditebak ke mana ujung pembicaraannya.
bosan berada di zona nyaman.
bosan terus mencari aman.
bosan mendengar keluhan mereka.
bosan melihat dagelan di layar TV.
bosan di kota ini.


.. ahh, rasanya ini sudah antiklimaksnya!

tired!




05 July 2011

Jadi, cinta itu takhayul?

......

"Tapi, apakah kita saling mencintai?"
Hari sudah seperti ini, masih bertanya soal cinta. 
"Jadi?"
Itu pikiran yang sia-sia, seperti tak pernah mengenal bahaya takhayul saja!
"Jadi, cinta itu takhayul?"
Kau pikir apa? Saripati hidup? Tanda keabadian? Cara yang maha segala berbicara? Ah, ada-ada saja. Memberi tempat pada pikiran dan tempat itu perlahan akan menghianati pikiranmu itulah cinta. Takhayul! Merusak pikiran!
-- dikutip dari buku Berani Beli Cinta dalam Karung?-nya Puthut EA

03 July 2011

Finally :)

Hai halo, rasanya udah lama banget ngga nulis di blog ini. KANGEN! :3

Pengen nulis, tapi selalu dihantui sama dua huruf yang paling menakutkan [lebay ya?]. Efek karena galau jadi mahasiswa tingkat akhir. Kebelet pengen cepet keluar dari kampus gara-gara udah terlalu stress sama jurusan saya. Tapi faktanya apa? Saya terlalu MALES buat ngerjain TA, selalu ditunda-tunda, ngerasa ngga punya deadline, ngerasa ngga dikejar apa-apa. Santai. Target mau lulus 3,5 tahun pun pupus sudah.

Sempet sampe dosen pembimbing 1 nanya, “Kemana aja kamu selama ini?” gara-gara selama nyaris 4 bulan sama sekali ngga ngadep ke beliau buat bimbingan. Dan di lain waktu, dosen pembimbing 2 juga nanya, “Kamu mahasiswa bimbingan saya ya?” itu ketika saya ngajuin perpanjangan SK, dan sekalipun emang belum pernah bimbingan langsung sama beliau, baru nanya-nanya lewat email. Haha, gilaa kan? Mahasiswa macam apa?

Sampai akhirnya baru sadar kalo hampir 1 tahun sudah terlewatkan tanpa ada banyak progress dari TA saya. Kerjaannya cuma maen maen maen, kelayapan, nonton tv kabel, internetan, twitteran, maen game, dan banyak pekerjaan yang sia-sia lainnya. NYESEL? BANGET!! Sejujurnya dari dulu suka malu sendiri ngeliat orang lain rajin bimbingan, rajin konsultasi sama senior, atau antar-temen. Nah saya? Pura-pura masa bodo! Padahal terus kebayang-bayang. Satu hal yang selalu dipikirin ketika mau bimbingan: belum ada progress. Dan ini satu kesalahan fatal, ketika terus ditunda, progress itu ngga akan pernah ada. Masalah terbesar saya yang lain: ngga terlalu bisa coding, dan ngga tau harus minta bantuan ke siapa. Ngga enak kalo harus nyusahin orang. Dan mungkin emang udah didikan dari waktu kecil juga kali yaa, ‘Kerjain aja dulu semuanya semampu kamu, sebisa kamu. Jangan terlalu bergantung sama orang lain’.

Ahh gila, ngerjain TA tuh banyak banget galaunya. Dari mulai gonta-ganti bahasa pemrograman, gonta-ganti data pengujian, stuck buat ngevaluasi sistem. Di saat mandeg, diem lagi, santai lagi. Ketar-ketir pas mau perpanjangan SK, takut ngga di-acc. Kebut-kebutan benerin sistem, pengujian, dan nyelesein buku di H min sekian. Ketar-ketir pas H-1 batas pendaftaran sidang bulan Juni, gara-gara bimbingan masih kurang satu kali dari syarat minimum. Ahh, bener-bener ngga tau apa yg bakal terjadi kalo seandainya ngga bisa ngejar daftar sidang tgl 7 Juni, kemungkinannya harus ngulang TA 1 dan ganti judul dari awal lagi. Banyak pikiran-pikiran jelek dan rasa takut, tapi akhirnya cuma bisa pasrah dan berdoa.

Tapi pertolongan Allah memang begitu dekat. Di saat ada kemauan dan ada usaha, meskipun rasanya pengen banget buat berhenti, nyerah, tapi justru Allah ngelancarin semuanya. Di saat hari terakhir pendaftaran sidang, dari pagi udah mulai ngebener-benerin buku TA lagi sambil tetep galau. Tiba-tiba dosen pembimbing sms jam 8 an, ‘ayoo ke ruanganku, bimbingan sekarang!’. Tanpa mandi [ups!], tanpa sarapan, langsung berangkat ke kampus. Sambil tetep dag dig dug. “Ini kamu gimana, bimbingannya masih kurang.” Saya cuma bisa senyum, pasrah. “Yaudah prasidang nanti jam 2 siang aja yaa! Siapin slide, ntar sekalian prasidang bareng pembimbing 2 kalo beliau ada.” Alhamdulillah. Satu titik terang, dari situ kebut lagi nyelesein buku, bikin slide, ngapalin bahan. Jam setengah 2 ngebut ke kampus karena baru sadar belum bayar sidang, sementara bank di kampus tutup jam 2. Saat prasidang, rasanya semua dilancarin. Pembimbing1 cuma meriksa buku sambil nanya-nanya dari hasil pengujian dan beberapa konsep. Akhirnya dinilai LAYAK buat maju sidang. Ke pembimbing 2, tanpa babibu, beliau meriksa buku dan nanya tentang hasil evaluasi dan langsung tanda tangan persetujuan buat maju sidang. LEGA, Alhamdulillah.

Dan tgl 21 Juni 2011, jam 11 di ruangan F 305B, sidang telah terlaksana. Akhirnya lulus juga. Bener-bener kayak mimpi. Alhamdulillah :) Tak akan pernah cukup rasanya rasa terimakasih ini kepada-Nya. Dia begitu pemurah, penolong, dan Maha baik. Selalu lah percaya, di saat ada usaha dan kemauan, akan selalu ada jalan dan kemudahan yang Allah berikan. Alhamdulillah. .. yeah, dan saya resmi jadi pengangguran sekarang :D

13 April 2011

miss you so bad!

i wish i could see you tomorrow even just for a second.

26 March 2011

Happy graduation, friends..


Dear Ayu & Mariana. Happy graduation :)
akhirnya mimpi kalian ngejar lulus & dapet gelar Sarjana Teknik dalam waktu 3,5 taun kesampean juga..
Ini jelas-jelas tamparan buat diri sendiri. Mudah-mudahan bisa nyusul lulus dan wisuda secepatnya. Aamiin :)
Sukses untuk kalian dan kita semua :D

23 March 2011

MOKO - Warung Daweung


Cafe MOKO a.k.a Warung Daweung (Dago Leweung)
@ Kecamatan Cimenyan, Bandung
with rizkifaisal, chenshendy, ichen, ghina