31 August 2010

ketersekejapan

sore itu hujan turun dengan angkuhnya.
sepanjang jalan asia afrika - buah batu saya justru menari-nari di bawahnya.
berkejaran dengan angin sambil
menyenandungkan rasa kesal yang sedang menjadi.

dan ketika tiba di rumah, apa yang saya dapat?

pelangi menampakan warnanya. begitu mempesona!
tapi saya sadar betul pelangi hanyalah sebuah ketersekejapan.
ketersekejapan yang terlalu indah.
 ketersekejapan yang tak mungkin dimiliki!!

*ini fotonya diambil pake kamera HP, jadi hasilnya cuma seadanya

19 August 2010

gara - gara sajadah


Sajadah kadang bikin hati saya ngga tenang setiap shalat tarawih --bukan cuma shalat tarawih aja sih, tapi juga saat shalat Ied, atau pun shalat fardu berjamaah-- dan parahnya ini udah terjadi bertahun-tahun lamanya..

kenapa?
karena bagitu banyak orang, terutama perempuan senang membawa sajadah yang LEBAR, meskipun di masjid tersebut sudah disediakan karpet (bermotif sajadah).
dan sajadah lebar itu mereka hamparkan begitu saja tanpa melihat shaf disampingnya, yang akhirnya membuat shaf menjadi renggang, ngga pernah rapat dan rapi :'(

sajadah lebar membuat kita sulit untuk merapatkan bahu kita dengan bahu si pemilik sajadah lebar, atau merapatkan kaki kita dengan kaki si pemilik sajadah lebar. sajadah lebar berpeluang mendatangkan setan dengan mengisi kekosongan dan kerenggangan shaf. sajadah lebar berhasil memanggil setan untuk mengganggu shalat kita. sajadah lebar berhasil mengurangi kesempurnaan shalat berjamaah kita. sajadah lebar, errrgh!
“Tegakkan shaf-shaf kalian dan rapatkan bahu-bahu kalian dan tutuplah celah-celah dan jangan kalian tinggalkan celah untuk syaithan, barangsiapa yang menyambung shaf niscaya Allah akan menyambungnya dan barangsiapa memutus shaf niscaya Allah akan memutuskannya”. (HR: Abu Dawud dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim )
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling lembut bahunya ketika shalat, dan tidak ada langkah yang lebih besar pahalanya daripada langkah yang dilakukan oleh seseorang menuju celah pada shaf dan menutupinya”. (HR: Ath Thabrani, Al Bazzar dan Ibnu Hiban)
Wallahu'alam bis showab.

09 August 2010

Lelaki Angin

*** cerita pendek ini pernah saya posting bertahun-tahun yang lalu di sini
heii lelaki angin, kapan saya menemukanmu? :') 


Dia bertanya kepadaku, tanpa ada basa-basi dalam katanya, "Apa yang kamu harapkan dariku?".

Aku hanya diam membungkam, tak lagi bisa angkat suara.
Bukan karena aku tidak mengetahui jawabannya, melainkan karena sebuah pertanyaan itu terucap langsung dari bibirnya yang telah lama membisu.

Dari dia, seseorang yang hanya bisa kukagumi tanpa sanggup meraihnya.
Dari dia, yang selalu mengusik setiap waktuku dengan angan semu tentangnya.
Dari dia, sang lelaki anginku.

Dia menatapku begitu tajam, seperti menggertak meminta jawaban. Yang bisa kulakukan hanya membisu. Mulutku mendadak terkunci rapat untuk mengatakan semua yang telah lama kuharapkan darinya. Tuhan, mengapa pada saat seperti ini justru tak ada sedikit pun kata yang bisa terucap??

"Aku hanya inginkan kamu membagi separuh hatimu untukku!! Aku berharap kamu yang akan menjadi imam dalam hidupku! Aku begitu ingin kamu yang mengiringi langkahku untuk menjalani semua ini.. Aku hanya ingin.. kamuuu...."

"Bunga, aku tak begitu berharap kamu dapat menjawab pertanyaanku tadi!", suara baritonnya menyadarkanku dari sepenggal bisikku dalam hati. Maaf, aku tak memiliki keberanian untuk menuturkan jawaban itu dengan gamblangnya. Ternyata begitu sulit untuk berkata jujur dihadapanmu!

"Justru aku begitu berharap kamu yang menanyakan hal itu kepadaku..", ahh aku tak mengerti dengannya. Lelaki anginku selalu bertiup tanpa tentu arah.

"Jika begitu, apa yang kamu inginkan dariku Irsyad??", akhirnya mulutku mampu berujar.

"Aku ingin kamu yang menjadi makmumku. Kuharap memang kamu bagian dari rusukku yang selama ini kucari..."

06 August 2010

Curug Sawer, Cililin

Awalnya saya ngajak keluarga buat ke Curug Malela, di Kampung Manglid, daerah Rongga, melewati Gunung Halu dan Cililin, Kabupaten Bandung Barat --kampung halamannya mama.
Setelah cari-cari info ternyata akses untuk menuju ke sana masih sangat sulit. Jalan masih (sangat) tidak bagus: jalanan terjal berliku, sempit, berlumpur, dan berbatu. tapi coba lihat foto ini, siapa pun pasti tergoda buat ke sana: 


tapi, yang terjadi adalah: saya terdampar di Curug Sawer yang Letaknya di jl. Radio, Kec. Cililin, Kab. Bandung Barat --bukan di Curug Malela.
Biar bagaimana pun, deretan hutan pinus dengan udara yang sangat segar membayar semuanya. Kesejukan dan pemandangan alam yang disajikan juga (sepertinya) tak kalah. Sebenernya di Curug Sawer ini ada beberapa air terjun, tapi saya hanya mengunjungi satu berhubung medan yang dilalui menanjak terjal, dan pas ke sana debit airnya ngga begitu besar.


03 August 2010

DIMANA MALUMU?

di antara mereka ada yang berpakaian tetapi seperti telanjang.
yang lainnya ada yang berpakaian dan berdandan seperti lelaki.
membuat tato permanen dan beberapa piercing di tubuhnya.
yang sudah menutup aurat pun kadang terlihat berdua-duaan
di tempat umum dengan seorang pria yang bukan makhramnya,
sambil berpegangan erat dan bergelayut manja.
beberapa yang lainnya tertawa terbahak-bahak,
merokok di sebuah cafe tanpa peduli mata-mata yang memandang.
di tempat lain ada juga yang melenggak-lenggokkan tubuh dan kepalanya.
memang tidak semua dari mereka begitu.

tapi, di mana rasa malu itu?
masih ada kah rasa malu?

apakah jika wanita ingin dipandang sebagai golongan yang berdiri sama tinggi dengan kaum lelaki,
mereka juga harus mau duduk sama rendah dengan kaum lelaki. begitu?

“Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).
“Malu itu sebagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).