Lelaki Angin

*** cerita pendek ini pernah saya posting bertahun-tahun yang lalu di sini
heii lelaki angin, kapan saya menemukanmu? :') 


Dia bertanya kepadaku, tanpa ada basa-basi dalam katanya, "Apa yang kamu harapkan dariku?".

Aku hanya diam membungkam, tak lagi bisa angkat suara.
Bukan karena aku tidak mengetahui jawabannya, melainkan karena sebuah pertanyaan itu terucap langsung dari bibirnya yang telah lama membisu.

Dari dia, seseorang yang hanya bisa kukagumi tanpa sanggup meraihnya.
Dari dia, yang selalu mengusik setiap waktuku dengan angan semu tentangnya.
Dari dia, sang lelaki anginku.

Dia menatapku begitu tajam, seperti menggertak meminta jawaban. Yang bisa kulakukan hanya membisu. Mulutku mendadak terkunci rapat untuk mengatakan semua yang telah lama kuharapkan darinya. Tuhan, mengapa pada saat seperti ini justru tak ada sedikit pun kata yang bisa terucap??

"Aku hanya inginkan kamu membagi separuh hatimu untukku!! Aku berharap kamu yang akan menjadi imam dalam hidupku! Aku begitu ingin kamu yang mengiringi langkahku untuk menjalani semua ini.. Aku hanya ingin.. kamuuu...."

"Bunga, aku tak begitu berharap kamu dapat menjawab pertanyaanku tadi!", suara baritonnya menyadarkanku dari sepenggal bisikku dalam hati. Maaf, aku tak memiliki keberanian untuk menuturkan jawaban itu dengan gamblangnya. Ternyata begitu sulit untuk berkata jujur dihadapanmu!

"Justru aku begitu berharap kamu yang menanyakan hal itu kepadaku..", ahh aku tak mengerti dengannya. Lelaki anginku selalu bertiup tanpa tentu arah.

"Jika begitu, apa yang kamu inginkan dariku Irsyad??", akhirnya mulutku mampu berujar.

"Aku ingin kamu yang menjadi makmumku. Kuharap memang kamu bagian dari rusukku yang selama ini kucari..."

Comments

  1. wah, maksudnya pengen poligami gitu?..

    ReplyDelete
  2. maksudnya gmana niy???
    kok aku bingung...hehehe

    ReplyDelete
  3. @Gaphe: bukan bukan!
    @riesta: hahaa, mungkin bacanya harus perlahan ;)

    ReplyDelete
  4. berkunjung ketempat sahabat, ditunggu kunjungan baliknya...

    ReplyDelete
  5. semoga apa yang diinginkan tercapai
    :D

    ReplyDelete
  6. bingung ni mo komen apa mel :D
    *gag ngerti soalnya :">

    ReplyDelete
  7. terharu bacanya, padahal dulu kayaknya sempet baca juga pas di kemudian. efeknya tetep sama, bikin hati berdesir, mel :)
    apa kabar si lelaki angin? udah ketemu? haha.
    ayoo dong bikin cerita lagi, mari kembali ramaikan kemudian. eh ini kok jd kemudian terus yaa?
    bodo ah, ngahahaaa =))

    ReplyDelete
  8. hmmm...lelaki yg romantis hihi bagus m.. aku udah ke tkp, dan apakah tu tempat ngumpulnya para penulis...??

    ReplyDelete
  9. hohoho
    ternyata kmu benar2 laki2 :D

    slamat ramadhan ya bro ^^

    ReplyDelete
  10. semangat puasa pertama...ayoo katam alqur'an

    ReplyDelete
  11. Sayang aku bukan lelaki angin itu.... Aku ditakdirkan jadi pria badai :)

    ReplyDelete
  12. berarti itu secara nggak langsung punya niatan yang sama ya kak? wah manis bgt ceritanya bagus bagus!

    ReplyDelete
  13. fotonya bagus.bagus..

    di tunggu lanjutan cerita ini..

    ReplyDelete
  14. kalau aku,,yg penting pribadinya..
    rumah pribadi.,
    mobil pribadi.,
    hahaha...(cewek matre dasar)

    ReplyDelete
  15. waw so sweet banget...
    coba dulu pacar aku nembaknya kayak gtu!
    hehe ;p

    ReplyDelete
  16. pasti jawaban irsyad ini mengejutkan dan membuat surprise yg membahagiakan ya ??

    selamat pagi mba :)

    ReplyDelete
  17. artinya mereka sepikiran dong ya? dududu.. so sweet *jadi pengen :P
    pengen bisa bikin cerpen juga :(

    ReplyDelete

Post a Comment

tinggalkan jejak kata anda :)

Popular posts from this blog

Apa yang kamu cari dalam hidup ini?

Curug Sawer, Cililin

biaya ke Ujung Genteng 3 hari 2 malam