22 December 2009

Malam Yang Tidak Sempurna

Sejak mengenalmu, aku menjadi begitu membenci malam purnama. Malam di mana bumi terletak segaris di antara matahari dan bulan.
Saat bulatnya rembulan terlihat sempurna, kamu malah terlihat begitu tidak sempurna. Padahal, kamulah lelaki yang memberikan cinta yang paling sempurna untukku.

“Maaf, aku harus meninggalkanmu!” katamu di setengah malam purnama.

Tangisku luruh. Ini semua terlalu menyakitkan.

“Aku tidak ingin kamu mati!” sudah berulang kali kamu mengatakannya.

Tanpa aba-aba kamu berlari begitu kencang, diterangi sinar rembulan yang mulai penuh. Rambut-rambut halus mulai memenuhi tubuhmu. Taringmu kian meruncing.
Lagi-lagi kamu meninggalkanku sendirian. Berharap pagi dapat cepat mengembalikanmu menjadi manusia sempurna. (melia)

Masihkah kamu mengingatnya?

Sembilan belas dua belas. Masihkah kamu mengingat angka itu?

Hitam putih berbenturan dengan langit yang mulai memerah. Lampu jalan yang bersinar temaram memayungi langkah kita. Goresan jejak langkah yang tidak lagi ada artinya. Kamu berdiri dibelakangku. Mengikutiku. Tapi bukan untuk berjalan beriringan. Kita melangkah sendiri-sendiri di sudut jalan yang sama. Dengan langkah yang tersendat.
Hitam putih itu kini telah luntur. Tersamarkan dengan warna aspal jalanan. Namun, merah itu masih tetap menyala terang. Membias dengan langit di jalan itu yang selalu biru.

Aku masih mengingat begitu jelas, saat kamu mempercepat langkahmu. Tidak lagi berjalan di belakangku. Melampauiku. Hanya punggungmu yang akhirnya kulihat. Punggung kekar berbalut warna putih. Sejak saat itu, aku diam. Menghentikan langkahku. Kamu hanya berbalik sesaat, menggenggam puing yang hancur dengan sendirinya. Sorot matamu yang tak terlupakan, terus menggaung dalam ruang ini.

Satu yang kusesali, mengapa tak sedikit pun kata yang tertoreh di persimpangan itu? Padahal semua kisah berawal dan berakhir di tempat yang sama. Suara itu bukan keluar dari mulutmu. Aku tak mau mempercayainya!

Sembilan belas kebekuan, Dua belas kesetiaan. Semua itu hanya tinggal kenangan! Maaf.

Maaf, aku menggadaikannya!

Dagang mari berdagang, kita buka pasar dadakan. Menjajakan berbagai barang dagangan, menentukan harga bandrolan. Ada satu yang teramat ingin kugadaikan. Dagangan yang tak ternilai harganya, tak pernah terbeli di masa depan. Aku berdagang bukan berharap kembali modal, atau untuk mencari laba yang besar.

Jelas bukan!!

Tak juga ada niatan hanya berdalih tawar menawar. Bila kau ingin membelinya, akan kuturunkan harga semurah-murahnya, tiada peduli seandainya aku menjadi pihak yang dirugikan. Jika kau tak sanggup membayar mahal, keping recehan pun akan kubarter dengan dagangan. Bahkan tak segan kuberikan cuma-cuma bila kau sangat menginginkannya.

Ini semua agar membuatku sadar. Dagangan ini tak seharusnya terus ku simpan. Terlalu lama sudah kupendam. Bukan karena tak ada nilainya lagi. Namun, terlalu lelah untuk terus berada bersamanya. Sudah sepantasnya aku tinggalkan. Memang seharusnya aku gadaikan.

Aku berteriak-teriak menawarkan dagangan, "ada yang ingin membeli KENANGAN???".

09 December 2009

tentang kupu-kupu yang menari :)

Kamu bilang ada kupu-kupu di perutmu.
Mana? Coba muntahkan!
Jika memang benar, aku akan memercayaimu sepenuhnya.
“Kamu tahu? Kupu-kupu ini selalu dan hanya akan ada saat aku berada dekat denganmu, percayalah.”
Ahh, kamu memang selalu begitu! Aku tak percaya. Bagaimana bisa? 
“Aku serius, tapi kamu tak percaya. Mereka menari-nari di dalam perutku seperti menggelitik, tapi aku sangat menyukainya!”
Lalu apa?
“Kamu tahu? mungkin aku sedang jatuh cinta

...kepadamu!"

01 December 2009

My Life According to COPELAND

RULE:
Using only song names from ONE ARTIST, cleverly answer these questions. Try not to repeat a song title. It's a lot harder than you think! Re-post as "my life according to (band name)"
Your Artist/Band:
Copeland 

Are you a male or female:
She's Always a Woman

Describe yourself:
I'm a Sucker for a Kind Word

How do you feel:
I Just Want to Dream

Describe where you currently live:
California

If you could go anywhere, where would you go?
Black Hole Sun

Your favorite form of transportation?
I'm Safer in an Airplane

Your best friend?
The Grey Man

You and your best friends:
Love Affair

What's the weather like:
Coffee

Favorite time of day:
Good Morning Fire Eater

If your life was a TV show, what would it be called:
That Awful Memory of Yours

What is life to you:
Eat, Sleep, Repeat

Your relationship:
Part-Time Lovers

What is the best advice you have to give:
Choose the One Who Loves You More

Thought for the Day:
To Be Happy Now

How you would like to die?
Take My Breath Away

Your soul's present condition:
Brightest

Your Motto:
No One Really Wins