07 May 2009

Terserah

Terserah jika dia terus ingin menyeret aib diri
Berlaga bagai dewa, bicara seolah paling suci
Dia tak pernah sadar lidahnya penuh racun berduri
Sampai dia mati menggonggong pun aku tak peduli
: Terserah

01 May 2009

mencarinya

begitu lama aku mencarinya. di setiap sela lemari pakaian. di bawah kasur yang mulai berderit. di atas meja makan bertaplak harapan. di kerumunan orang-orang menjemukan. tak juga aku menemukannya.

di sepanjang trotoar menuju rumahmu. di setiap ruang kelas tempat kamu belajar. di saku celanamu yang sudah mulai bolong. di dalam hatimu pun aku tak menemukannya.

entah di mana lagi aku harus mencarinya. puing-puing hati yang terpecah dari tempatnya. mungkin aku harus mengais di antara tumpukan sampah yang menggunung.

: mencari serpihan hati yang telah tercecer adalah hal yang tersulit

masih tentang ini dan itu

keanehan itu tiba-tiba saja hadir
kembali menghantui diri
menarinari di setiap centi sudut kepala
berdendang tentang garis jalan yang dilalui
melagukan detikdetik tanpa kebisuan
suarakan banyak keinginan
hanya tentang ini dan itu
kesemua itu belum juga mengerucut di satu titik
masih tentang hal yang kabur, abstrak, tak berpola
: ketidakpastian