Posts

Tentang Hidayah

A: "Kamu muslimah kan? Tapi kok ngga pake jilbab?"
B: Masih nunggu hidayah, lagian saya mau hijabin hati dulu, daripada lepas pasang jadi kerudung dusta!
A: "Lho, gimana hidayah bisa masuk, kalo hatinya dihijabin."

X: "Mas, udah adzan tuh, kok ngga shalat berjamaah ke masjid?"
Y: Nanti aja, nanggung masih ada kerjaan. Lagian waktu shalatnya juga masih panjang."
(ujung-ujungnya shalat di akhir waktu.)

S: "Papa, uangnya kok banyak banget? Uang haram ya, pa?"
T: Ngga apa-apa sayang, yang penting kamu bisa jajan bakpau tujuh turunan.

E: "Ramalan zodiak hari ini gimana?"
F: Suram. Bakalan sial sepanjang hari katanya. Gue harus pake baju merah nih biar ga terus-terusan sial.


Sebelumnya, maafkan saya yang sudah tiga tahun alfa dalam dunia perblog-an. Sampai agak tersendat dan bingung gimana caranya untuk memulai nulis lagi! Ternyata sudah selama itu ngga dapet hidayah buat ngeblog, untuk berbagi isi di kepala (terutama dalam perihal keba…

Know yourself: Introvert

Sering ngerasa males ketika harus berada di keramaian dalam hingar-bingar?
Ngga jago berbasa-basi sama orang lain?
Lebih seneng jadi pengamat lalu menganalisis sendirian?
Apa yang dipikirin di kepala lebih banyak dibanding yang diomongin?
Ngga sedikit orang yang nyangka kamu pemalu, pendiem, tertutup, atau misterius?
Paling ngga suka nyeritain masalah-masalah kamu sama orang lain, dan lebih memilih menjadi pendengar yang baik?

Kalo kebanyakan jawabannya iya, bisa jadi kamu introvert.

Teori Jung tentang Introvert dan Ekstrovert Menurut Jung, ada dua sikap saling ekslusif --extraversion dan introversi. Pengklasifikasian ini didasarkan dari cara seseorang mendapatkan sumber "energi"-nya. Ekstrovert dapetin "energi" dari dunia luar, dari orang-orang di sekeliling mereka. Sedangkan introvert dapetin "energi" dari dalam diri mereka sendiri. Kalo diibaratkan baterai handphone, ekstrovert itu re-charge "energi" jadi full di tengah keramaian, beda dengan orang…

Hai, senang bertemu kamu lagi!

Image

Sedikit Catatan Pengingat Diri

Rasulullah bersabda: "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam." (HR. Al-Imam Al-Bukhari)
“Orang yang berakal selayaknya lebih banyak diam daripada bicara. Hal itu karena betapa banyak orang yang menyesal karena bicara, dan sedikit yang menyesal karena diam."

Bersabarlah dan kuatkan kesabaranmu." (QS. Ali Imran: 200)
Iman terbagi dua separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur. (HR.Al-Baikaqi)
“Ya Nabi, berilah aku wasiat” Rasullalah bersabda,”Jangan marah!” ditanya berulang kali dan tetap dijawab, “Jangan marah!” (HR.Bukhari)
Sesungguhnya yang berkecukupan adalah orang yang hatinya selalu merasa cukup, dan orang fakir adalah orang yang hatinya selalu rakus. (HR. Ibnu Hibban)
Permudahlah, jangan mempersulit, dan jadikan suasana yang tenteram. Jangan menakut nakuti. (HR.Muslim)
Berhati-hatilah terhadap buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan paling bodoh”. (HR. Al-Bukhari)
“Hai orang-orang yang beriman, jang…
Berhenti dan berubahlah karena keinginan,
bukan karena keadaan.

Apa yang kamu cari dalam hidup ini?

Image
Masih, pertanyaan-pertanyaan semacam ini selalu saja berdentang di kepala saya: "Sebenarnya apa sih yang dicari dalam hidup?" Malam kemarin saya mengobrol banyak dengan seorang sahabat lama, membicarakan hidup, membicarakan waktu, membicarakan kehidupan. Bermula dari pertanyaan, "Kamu gimana sekarang sama kerjaannya?", lalu mengalir deras berbagai cerita dan pertanyaan-pertanyaan absurd yang memang sebenernya tak harus dipertanyakan. Hingga akhirnya, pertanyaan itu mencuat lagi.
Dari dulu saya selalu merenungkannya dengan berbagai pikiran di kepala saya, mencari jawabannya, tapi tak pernah merasa puas. Banyak orang akan menjawab, yang mereka cari adalah kebahagiaan, ketenangan hidup, serta Ridha Allah SWT.
Lalu apa definisi dari kebahagiaan? Punya harta yang melimpah, punya mobil dan rumah mewah, menikah segera dan dianugerahi keturunan, punya pekerjaan hebat di perusahaan besar dengan gaji dua digit? Apa kah semua itu yang banyak orang cari ketika usianya masih pr…

Konsep Pernikahan dan Budaya

Beberapa minggu yang lalu tiba-tiba dapet tawaran motret prosesi pernikahan sahabatnya temen di Bandung. Tanpa basa basi dan mikir panjang saya langsung mengiyakan. Alasan pertama, karena udah lama ngga motret, yah itung-itung sekalian hunting foto. Alasan kedua adalah karena katanya konsep pernikahannya ini tergolong unik, yaah agak langka aja dilakuin di Indonesia, lumayan kan buat referensi konsep nikah ntar. Haha :)

     Konsep pernikahan mereka itu round table. Tamu undangan dibatasi hanya sekitar lima puluh undangan, yang terdiri dari keluarga terdekat mempelai wanita dan pria. Dekorasi gedungnya juga minimalis, lebih nonjolin di dekorasi bucket bunga-nya. Di areal pelaminan cuma ada empat kursi sofa. Lalu di tengah gedung berjejer beberapa round-table yang masing-masing terdiri dari (kurang lebih) delapan kursi per meja.

     Pukul sebelas akad nikah dimulai. Sebelumnya sudah dibuka dengan beberapa sambutan dan doa bersama. Setelah selesai akad nikah, prosesi sungkem kepa…